Awal Mula Perayaan Hari Raya Nourouz
Kamis , 03/19/2020 - 09:54

Hari raya Nourouz lazimnya dinisbatkan kepada raja pertama. Para penyair dan penulis abad ke-4 dan ke-5 Hijriah seperti Firdausi, Unsuri, Biruni, Thabari, dan nama-nama besar lain menyebutkan bahwa perayaan hari raya Nourouz bermula sejak masa kekuasaan Raja Jamshid. Sumber sejarah dan legenda mereka adalah karya-karya sastra pra-Islam.
Patut dikemukakan di sini bahwa perayaan hari raya Nourouz sebenarnya juga telah berlangsung sejak jaman sebelum Raja Jamshid. Kendati Abu Raihan menisbatkan perayaan hari raya ini kepada Raja Jamshid, namun ia membubuhkan cacatan demikian, “Hari itu adalah hari baru dimana Jamshid merayakannya, walaupun sebelumnya hari raya Nourouz adalah hari besar dan diagungkan.”

Hari Raya Nourouz dalam Islam
Dari sudut pandang ayat dan riwayat, kata ‘id’ (hari raya) dalam Al-Qur'an hanya satu kali disebutkan, tepatnya di surah Al-Maidah, ayat 114, “Isa putera Maryam berdoa, “Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi ‘id’ hari raya bagi kami, yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki yang paling utama.”
Kemunculan Islam dan sikap damainya dengan agama dan ajaran lainnya, termasuk kepercayaan lokal bangsa Iran, telah menyebabkan tradisi dan adat istiadat bangsa ini tidak serta merta lenyap dari masyarakat Islam Iran; hanya dengan menjadi Muslim orang-orang Iran secara bertahap, ajaran Islam sedikit demi sedikit pun meresap di tengah masyarakat umum negeri itu.
Syaikh Shaduq dalam buku “Kitab Man La Yahdhuruhu Al-Faqih” mencatat sebuah riwayat, “Orang-orang membawakan sebuah hadiah Nourouz kepada Imam Ali a.s. “Ini apa?”, tanya beliau. Mereka mengatakan, “Wahai Amirul Mukminin! Hari ini adalah hari raya Nourouz.” Imam berkata, “Buatlah setiap hari kita menjadi Nourouz!” Yakni, saling bertukarlah hadiah dan berkunjung satu sama lain demi keridhaan Allah SWT.
Syaikh Thusi juga dalam karyanya, “Mishbah Al-Mutahajjid” menuliskan, “Imam Shadiq a.s. di hari raya Nourouz mengatakan, “Ketika Nourouz tiba, mandilah, kenakanlah pakaian yang bersih, gunakanlah wewangian dan berpuasalah pada hari itu. Maka tatkala kamu telah melakukan shalat Zuhur dan Asar serta shalat-shalat nafilahnya, lakukanlah shalat empat rakaat dimana pada rakaat pertama bacalah surah Al-Fatihah dan sepuluh kali surah Al-Qadr, lalu pada rakaat kedua bacalah surah Al-Fatihah dan sepuluh kali surah Al-Kafirun, lalu pada rakaat ketiga bacalah surah Al-Fatihah dan sepuluh kali surah Al-Ikhlash, lalu pada rakaat keempat bacalah surah Al-Fatihah dan surah Al-Falaq dan surah Al-Nas. Setelah menuntaskan shalat tersebut, lakukanlah sujud syukur dan panjatkanlah doa, maka akan terampuni dosa-dosa lima puluh tahunmu.”
Ibnu Fahad Hilli dalam buku “Al-Muhadzdzab Al-Bari” menuliskan demikian, “Dari apa yang telah diriwayatkan mengenai keutamaan hari raya Nourouz dan menguatkan pendapat kami adalah sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Allamah Sayyid Bahauddin Ali bin Abdil Hamid dengan sanadnya dari Mualla bin Khunais bahwa ia mengatakan, “Hari raya Nourouz itulah hari dimana Rasulullah SAW telah mengambil baiat untuk Amirul Mukminin (Ali a.s.) di Ghadir Khum dan kaum Muslimin memberikan kesaksian mereka atas kepemimpinannya.”

Tata Cara Nourouz
Dalam sebuah riwayat yang dinisbatkan kepada Yang Mulia Imam Ja’far Shadiq a.s. disebutkan bahwa beliau berkata, “Ketika hari raya Nourouz tiba, maka mandilah dan kenakanlah pakaian yang paling bagus dan paling bersih, dan harumkan dirimu dengan wewangian yang paling bagus, dan disunnahkan berpuasa pada hari itu.”
Khusus berkenaan dengan hari raya Nourouz, terdapat sejumlah tata cara dan amalan dalam berbagai riwayat yang dapat dikemukakan di sini secara ringkas:
- Shalat sunah yang terdiri dari empat rakaat setelah shalat Zuhur dan Asar di hari Nourouz, berdoa dalam sujud shalat tersebut untuk memohon pengampunan dosa-dosa. (Cara pelaksanaan shalat ini diuraikan di kitab “Mafatih Al-Jinan”, bagian amalan-amalan hari raya Nourouz).
- Berzikir, khususnya zikir “Ya dzal Jalali wal Ikram”
- Berpuasa.
- Berdoa di detik-detik pergantian tahun.


Hari Raya Nourouz di Masyhad
Kota suci Masyhad, di samping keberadaan makam suci Imam Ridha a.s. yang menjadi pusat tujuan jutaan peziarah, memiliki berbagai daya tarik kebudayaan, pariwisata, rekreasi dan pusat perbelanjaan yang dapat disimak aspek-aspek paling menonjol dari berikut ini.

Daya Tarik Kepariwisataan
Makam Firdausi

Makam orang bijak dan pujangga epic terkemuka, Abul Qasim Firdausi, terletak di tengah sebuah taman Mushaffa, tepatnya 20 km ke arah selatan kota suci Masyhad.

Museum Pusat Haram Suci Radhawi
Museum Haram Suci Radhawi, dari segi kuantitas, kualitas dan keutuhan benda-benda koleksi, merupakan salah satu museum terbaik dunia. Situs ini adalah sebuah pusat dimana setiap orang dari kalangan dan kelas apa pun dapat mengambil manfaat darinya dan memperkaya diri dengan berbagai wawasan dan pengetahuan.

Museum dan Makam Naderi
Museum Naderi berdiri di bagian utama gedung monumental makam Nader Syah Afshar di dua auditorium dalam rangka memperkenalkan aneka karya dan benda bersejarah era dinasti tersebut.

Makam Pir Palanduz
Pir Palanduz adalah panggilan seorang sufi abad ke-10 Hijriyah dari desa kardeh di sekitar kota suci Masyhad. Nama aslinya adalah Syaikh Muhammad Arif Karandeh. Makam ini peninggalan era dinasti Safavid yang kembali direnovasi oleh Haram Suci Radhawi.

Pusat-pusat Rekreasi
Taman Kuhsankgi

Kuhsankgi atau gunung batu adalah salah satu tempat rekreasi kota suci Masyhad yang paling kuno dan paling mengesankan dimana karena keberadaan dua gunung batu di ambang kota dikenal dengan nama ini. Pusat rekreasi ini terletak di gugusan gunung selatan Masyhad.

Taman dan Kota Fantasi Mellat
Taman ini dengan luas yang mencapai 72 hektar merupakan salah satu pusat rekreasi paling besar di kota suci Masyhad. Salah satu ciri khas taman ini adalah keberadaan kompleks fantasi dan pusat main yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas mainan terbaru.

Kuhestan Taman Shadi
Apollo, kursi putar keluarga, Rangers, Cinema 2000, tranbant, motor, air Terjun, tunggang kuda, kereta anak-anak, banteng liar, kereta uap, kapal, dan fasilitas mainan lainnya.

Pusat Perbelanjaan dan Kompleks Rekreasi Almas Timur
Pusat dan kompleks ini adalah salah satu pusat perbelanjaan yang paling indah di sekitar aneka macam toko, tempat-tempat rekreasi seperti kota main, dunia fantasi, akuarium raksasa, sinema 5 dimensi dan aneka jenis restoran.

Pasar Reza
Pasar ini merupakan salah satu pusat perbelanjaan terpenting para peziarah. Pasar Reza dibangun dua lantai dimana lantai dua diisi oleh berbagai situs-situs mini kerajinan tangan, penyepuhan emas, batu mulia dan industri border.

Daya Tarik Religius
Haram Suci Imam Ridha a.s.

Sudah pasti bahwa situs yang paling krusial dan paling indah dari kota ini adalah makam suci Imam Ridha a.s. Makam ini merupakan pusat tujuan hati para pecinta imam penyayang dari seluruh penjuru dunia.

Makam Hartsamah bin A'yan (Khajeh Murad)
Berdasarkan teks-teks kuno, di antaranya buku “Kanz Al-Ansab” karya Sayyid Murtadha, keturunan imam ini adalah salah satu saudara langsung Imam Ridha a.s.

Haram Suci Yahya
Berdasarkan teks-teks kuno, di antaranya buku “Kanz Al-Ansab” karya Sayyid Murtadha, keturunan imam ini adalah salah satu saudara langsung Imam Ridha a.s.

Kubah Khasyti
Bangunan ini adalah tempat dimakamkannya Sultan Ghyatsuddin Muhammad, salah seorang keturunan Imam Musa a.s. yang terkenal di kota suci Masyhad. Nasab keturunannya melalui delapan belas perantara bersambung ke Imam Musa bin Ja’far a.s.
 

Nourouz di Pelukan Imam Penyayang
Setiap tahunnya, jutaan peziarah dan pecinta mengadakan acara pergantian tahun baru di seputar haram suci Imam Ridha a.s. Acara ini menampilkan sebuah adegan megah yang memadukan ikatan tradisi dan agama.

Di Sinilah Kebahagiaan!
Keutamaan ziarah ke makam suci Imam Ridha a.s. tak akan bisa terlukiskan kata-kata; pena jadi beku dan lunglai menguraikannya, manusia biasa pun tak lagi mampu memahami keagungannya. Kota suci Masyhad, kota sang imam yang agung, adalah tempat lalu lalangnya para malaikat muqarab Allah SWT.
Dalam sebuah hadis yang dinukil dari Imam Ridha a.s. disebutkan bahwa beliau berkata, “Sesungguhnya di negeri Khurasan terdapat sebuah bidang tanah pada suatu masa nanti akan menjadi tempat lalu lalangnya para malaikat; senantiasa sekelompok turun dari langit dan sekelompok lain naik hingga hari Kiamat.” Lalu beliau ditanya, “Wahai putra Rasulullah SAW, di manakah tanah itu?” Beliau menjawab, “Tanah itu terletak di daerah Thus, dan tanah itu adalah, demi Allah, salah satu taman surga.”

Tempat lalu lalang alam mungkin dari fisik hingga abstrak
Yang memiliki pengawal dari raja dan malaikat
Dengung Doa “Wahai Zat Peputar balik Hati” di Ruang Suci Haram Suci Imam Ridha a.s.
Salah satu ciri utama orang-orang Iran adalah mereka memadukan tradisi dan adat istiadat kebangsaan mereka dengan nilai spiritual dan roh agama. Untuk itu, mereka senantiasa memulai tahun baru dan merayakan hari Nourouz dengan berziarah ke makam-makam suci Ahlul Bait a.s.
Haram suci Imam Ridha a.s. sebagai salah satu pusat denyut kebudayaan dan keagamaan dunia Islam dan negara, di detik-detik terakhir tahun menjadi tuan rumah yang menjamu jutaan peziarah dan masyarakat sekitar kota yang berziareah ke tempat suci itu dengan penuh suka cita dan tetap berada di sana hingga detik-detik terakhir tahun pergantian di sisi imam penyayang dan kinasih mereka.

Sebuah Dunia Serba Cinta
Setiap tahun, di detik-detik terakhir tahun, gelombang besar dari peziarah dan masyarakat sekitar kota masuk berbondong-bondong dan berkumpul berkelompok-kelompok di seluruh gerbang masuk haram suci Imam Ridha a.s. Mereka semua berada di sana untuk mendapatkan ketenangan dari kedamaian suasana haram suci ini dan memulai detik-detik pertama tahun baru dengan penuh kesucian dan semangat spiritual.
Lautan massa ini, dari berbagai kelompok usia, anak-anak, muda dan tua, laki dan perempuan, semua mengangkat tangan dan memanjatkan doa di seluruh ruang halaman, aula dan ruas-ruas jalan haram suci Imam Ridha a.s. Mereka menghadap Kiblat di sekitar makam suci Imam Ridha a.s. dan mendengungkan doa, “Wahai Zat Yang memutarbalikkan hati dan mata, Wahai Zat yang mengatur malam dan siang …”
Delapan Unit dan Kantor yang Kerap akan Anda Jumpai

1. Unit Penitipan Alas Kaki
Tempat-tempat penitipan alas kaki bertempat di ruang yang bersambungnya aula dengan halaman.
Jumlah 16 tempat penitipan permanen dengan 24 gerbang masuk ke halaman besar haram suci dan 20 gerbang masuk ke aula-aula dengan luas ruang 738 m2 di sekitar aula-auala akan melayani dan menyimpan rapih alas kaki para peziarah.
Dari jumlah ini, lima tempat penitipan terletak di halaman besar Inqilab, tiga tempat penitipan di halaman besar Azadi, satu tempat penitipan di aula utama Imam Khomeini ra., dua tempat penitipan di Masjid Gauhar Shad, dua tempat penitipan di ruas jalan buntu Syaikh Baha’i, dan tiga tempat penitipan di halaman utama Jumhuri Islami.
Sejumlah tempat penitipan alas kaki khusus untuk keluarga, ada juga yang khusus untuk kaum pria dan ada pula yang khusus untuk kaum wanita.
Penitipan alas kaki dibuka gratis, dan kini tempat-tempat penitipan tersebut dikelola oleh para petugas kehormatan penitipan alas kaki yang mengajukan diri dari berbagai elemen masyarakat. Hingga sekarang, jumlah petugas penitipan alas kaki haram suci mencapai lebih dari 1800 orang yang siap memberikan pelayanan siang dan malam dalam delapan jam kerja.

2. Unit Pusat Orang Hilang (Urusan Orang-orang Hilang)
Kantor-kantor urusan pengurusan orang-orang hilang bertebaran di berbagai titik tempat-tempat suci haram suci Imam Ridha a.s. yang siap mengurusi orang-orang hilang.
Di kantor-kantor inilah anak-anak dihibur oleh berbagai sarana mainan, buku dan pemutaran film hingga diserahkan kepada orang tua mereka.
Orang-orang hilang selama berada di kantor pengurusan orang hilang akan dijamu selayaknya tamu. Jika mereka memerlukan bantuan fisik atau penampilan pakaian, kantor-kantor tersebut akan mengurusi kebutuhan mereka.
Seluruh kantor pengurusan orang hilang secara intensif melakukan kontak dan komunikasi dan koordinasi dengan pusat dan instansi keamanan, rumah sakit … sehingga kapan saja menjumpai tanda-tanda keberadaan orang hilang, mereka segera menginformasikannya kepada keluarga yang bersangkutan.

3. Unit Kursi Roda
Memberikan pelayanan kepada para peziarah merupakan sebuah karunia yang diberikan Allah SWT kepada para ajudan makam suci Imam Ridha a.s. Salah satu bentuk terbaik dari pelayanan itu adalah melayani para penyandang cacat.
Mengingat sebagian dari para peziarah Imam Ridha a.s. adalah orang-orang penyandang cacat, lanjut usia dan penderita penyakit, mereka membutuhkan kursi roda dan sarana transportasi local, maka pihak kantor urusan kesejahteraan para peziarah menyusun perencanaan khusus untuk kebutuhan ini.
Dalam rangka ini, lebih dari 2 ribu 500 ajudan dan pelayan di unit kursi roda siap memberikan pelayanan siang dan malam. Kantor-kantor mereka juga terbuka memberikan pelayanan di seluruh gerbang masuk, ruas-ruas buntu dan tempat-tempat parker haram suci Imam Ridha a.s. kepada para peziarah penyandang cacat, lanjut usia dan penderita penyakit.
Sejumlah personil unit ini mengantarkan para peziarah penyandang cacat, lanjut usia dan penderita dengan kursi roda manual ataupun bermesin otomatis ke arah halaman-halaman besar Inqilab Islami, Azadi dan Jumhuri Islami, dan setelah menyelesaikan prosesi ziarah, mereka mengantarkan kembali ke gerbang-gerbang masuk dengan penuh hormat dan santun.

4. Perjamuan Hazrat
Setiap harinya, lebih dari 8 ribu peziarah dan ajudan berkesempatan memperoleh berkah dari Imam Ridha a.s. Maka untuk itu, angka tersebut akan mencapai lebih dari 10 ribu tamu selama liburan panjang Nourouz dan musim panas, yaitu dengan pengoperasian agenda perluasan tempat perjamuan. Bahan dasar masakan dan hidangan di perjamuan Hazrat juga dipersiapkan dengan kualitas yang bagus dan perencanaan yang disusun oleh para ahli pangan.

5. Kantor-kantor Penerangan
Setiap tahunnya di hari-hari Nourouz, seluruh kantor penerangan dan pusat informasi yang bertebaran di lingkungan haram suci Imam Ridha a.s. akan memberikan pelayanan informasi kepada para peziarah dan masyarakat sekitar Imam Ridha a.s. sepanjang siang dan malam.
Kantor-kantor ini terletak di gerbang-gerbang masuk Tuhsi, Nawwab Shafawi dan Thabarsi yang biasa menjadi titik masuknya para peziarah dan masyarakat sekitar ke dalam tempat-tempat suci haram suci Imam Ridha a.s.
Semua kantor penerangan akan memberikan pelayanan kepada para peziarah seperti memberikan peta petunjuk, brosur, berbagai paket kebudayaan, deskripsi agenda-agenda haram suci Imam Ridha a.s., juga memberikan informasi mengenai tempat-tempat penginapan seperti hotel, losmen, juga tempat-tempat ziarah dan wisata di kota suci Masyhad.
Demikian pula, kantor-kantor penerangan dibuka aktif di tempat pemberhentian akhir transportasi kota dan stasiun kereta api kota Masyhad sehingga di samping memberikan layanan petunjuk dan informasi, juga membagikan lembaran kuis dan perlombaan kebudayaan dan peta haram suci Imam Ridha a.s. dan kota suci Masyhad dengan berbagai bahasa seperti Persia, Arab, Inggris, Perancis, Azari, dan Urdu.
Patut disebutkan juga bahwa para peziarah dan masyarakat sekitar haram suci Imam Ridha a.s. sepanjang hari dapat memperoleh informasi mengenai hukum-hukum agama, agenda dakwah, keagamaan dan kebudayaan haram suci Imam Ridha a.s. melalui saluan telepon (0511-32020).

6. Pusat-pusat Gawat Darurat Darul Syifa Imam Ridha a.s.
Pusat-pusat permanen dan keliling unit gawat darurat bergerak aktif di sekitar haream suci Imam Ridha a.s. untuk memberikan pelayanan kepada para peziarah. Unit gawat darurat khusus pria berada di sejumlah halaman besar: Inqilab Islami, Azadi, Jumhuri Islami, Gauhar Shad, halaman utama Radhawi, gerbang masuk Tabarsi, adapun unit gawat darurat khusus wanita berada di aula-uala Hatim Khani dan Darul Ijabah. Semua aktif sepanjang siang dan malam dan terbuka untuk setiap peziarah dan masyarakat sekitar haram suci Imam Ridha a.s.
Khusus di hari-hari ramai peziarah, unit ambulance di bagian dalam haram suci juga aktif dan siaga memberikan pelayanan bersama unit gawat darurat kepada para peziarah.

7. Kantor Konsultasi dan Tanya Jawab Keagamaan
Pelaksanaan hukum-hukum agama memerlukan pemahaman yang memadai. Kurang peduli terhadapnya dapat menyebabkan beragam kekeliruan yang kecil ataupun besar. Oleh karena itu, Kantor Konsultasi dan Tanya Jawab Keagamaan Haram Suci Radhawi membuka kamar-kamar pelayanan untuk memenuhi kebutuhan primer ini dan menjawab berbagai pertanyaan seputar hukum agama di lingkungan haram suci Imam Ridha a.s.
Sistem layanan atas pertanyaan hukum agama juga dapat diakses di lingkungan haram suci Imam Ridha a.s. melalui saluran telepon 32020 sepanjang siang dan malam dan menyediakan jawaban untuk para peziarah dan masyarakat haram suci Imam Ridha a.s.
Layanan lain dari Kantor Konsultasi dan Tanya Jawab Keagamaan adalah layanan jawaban pesan singkat (SMS).
Nomor layanan ini dapat dihubungi melalui 30002020, dan Anda dapat menyampaikan pertanyaan agama Anda dengan mengirimkan SMS ke nomor tersebut lalu menunggu jawaban ari kantor terkait selambat-lambat 24 jam mendatang. Pesan yang masuk ke sistem layanan ini pertama-tama akan diklasifikasi subjeknya, lalu dipersiapkan jawabannya oleh para guru dan dicek lembali oleh tim penilai hingga hasilnya dikirimkan kembali ke pengirim pesan.
Patut juga disebutkan bahwa Kantor Konsultasi dan Tanya Jawab Keagamaan haram suci Imam Ridha a.s. terletak di halaman besar Azadi dan Jumhuri Islami serta aula besar Darul Hujjah. Selain itu juga dibuka kelas kuliah spesial tanya jawab hukum-hukum agama dengan tema Zamzam Hukum yang terbuka untuk seluruh peziarah di sepanjang hari-hari liburan Nourouz di madrasah Parizad.

8. Unit Penitipan dan Penyimpanan Barang
Terletak di gerbang-gerbang masuk, kantor-kantor penitipan barang peziarah pria dan wanita siap menerima sepanjang siang dan malam barang-barang para peziarah yang tidak dapat atau tidak diperkenankan dibawa ke dalam haram suci Imam Ridha a.s.
Seluruh kantor unit ini dengan senang hati menerima barang titipan para peziarah selain barang-barang berukuran besar seperti koper dan tas besar.
Meskipun kantor-kantor ini membuka layanan siang dan malam, akan tetapi mereka hanya akan menyimpan setiap barang titipan para peziarah tidak lebih dari 24 jam.
Penyimpanan barang, uang tunai atau perhiasan, juga penyimpanan barang-barang hilang juga bagian dari tugas unit ini.
Acara-acara yang Dapat Diikuti Selama Nourouz

1. Acara Akhir Tahun dan Pergantian Tahun
Para peziarah dan masyarakat sekitar haram suci Imam Ridha a.s. di detik-detik akhir tahun berkumpul di aula-aula, halaman-halaman dan sudut-sudut tempat-tempat suci Haram Suci Radhawi, dan setelah mengikuti prosesi pergantian tahun, mereka mengucapkan salam selamat satu sama lain lalu berziarah ke makam suci Imam Ridha a.s.
Dengan membaca doa khusus, hadirin di acara menyambut tibanya tahun baru, dan setelah masuknya tahun baru, mereka membuka tahun baru dengan membaca shalawat dan berziarah.

2. Tiup Terompet
Menabuh gendang di istana kerajaan dan penguasa di masa-masa sebelum kedatangan Islam telah menjadi tradisi untuk menyampaikan pengumunan dan pemberitaan umum. Akan tetapi meniup terompet di haram suci Imam Ridha a.s. telah menjadi tradisi sejak awal abad ke-9 Hijriyah oleh Mirza Abul Qasim Babir (cucunda Gauhar Shad Khatun), tepatnya pada tahun 860 Hijriyah.

3. Mengganti Bunga
Berdasarkan tradisi yang sudah lama, bunga-bunga di atas pusara suci Imam Ridha a.s. setiap harinya diganti oleh kepala ajudan haram suci dengan bunga-bunga baru dan segar.
Setiap hari, pagi sebelum jam 7, empat ikat bunga yang sangat indah diletakkan di empat sudut di atas pusara suci Imam Ridha a.s., sementara bunga-bunga sebelumnya diserahkan kepada ajudan unit karpet.

4. Acara Shuffah
Makam suci Imam Ridha a.s. sebagai kiblat harapan kaum Syiah dan para pecinta imam penyayang, sudah ada lebih dari dua belas abad dan berdasarkan bukti-bukti autentik sejak awal kesyahidan beliau hingga dimakamkan jasad beliau di tanah sekarang ini, pembacaan Al-Qur'an di makam suci beliau sudah menjadi tradisi, sebagaimana para qari Al-Qur'an berada di seputar makam suci beliau lalu melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Oleh karena itu, jumlah besar naskah Al-Qur'an telah diwakafkan ke Haram Suci Radhawi dan beredar di dalam haram suci Imam Ridha a.s.

5. Acara Pergantian Masa Perajudan
Setiap harinya usai acara Shuffah, yakni sekitar satu jam setelah matahari terbit, masa tugas ajudan sebelumnya telah habis lalu dilanjutkan dengan masa tugas ajudan baru. Seruluh layanan kedua masa tugas perajudan, baik ajudan haram suci, unit perkarpetan dan penjaga biasanya hadir di aula Darul Hikmah dan mereka berdiri dalam dua baris dengan urutan ajudan, penjaga, dan unit perkarpetan dan saling berhadapan dengan penuh khusyuk dan hormat satu sama lain.

6. Perubahan Jam Apel
Mereka semua berdiri salam berhadapan dalam keadaan khusyuk dan penuh hormat. Ketika itulah kepala masa tugas perajudan atau wakilnya yang masa baktinya telah habis berada di barisan terdepan dan dekat dengan makam suci lalu membaca pidato dengan suara indah.
Pelayanan Siang dan Malam Kantor-kantor Penitipan Haram Suci Imam Ridha a.s.
Di sepanjang hari-hari Nourouz, kantor penitipan akan memberikan pelayanan kepada para peziarah hari raya Nourouz dalam tiga unit terpisah dimana di unit penitipan uang tunai dan barang berharga terdapat 10 kantor di gerbang-gerbang masuk ke halaman besar dan aula tempat-tempat suci haram Imam Ridha a.s. sehingga para peziarah dapat menitipkan uang tunai dan barang-barang berharga mereka sebagai barang amanat paling lama sepuluh hari.
Di unit penitipan barang para peziarah terdapat 12 kantor di enam gerbang masuk haram suci Imam Ridha a.s. Kantor-kantor ini menerima berbagai barang titipan seperti kas jinjing, tas kantor, kamera potret dan video, tas olahraga, perlengkapan rias dan charger selama dua jam. Adapun di unit penyimpanan barang hilang, pakaian dan sepatu terdapat dua kantor di halaman besar Ghadir yang di hari-hari Nourouz, sesuai dengan skala aktivitasnya, akan bekerja sama dengan kantor-kantor penitipan uang tunai untuk saling mendukung satu sama lain.
Tentu saja, dipesankan kepada setiap peziarah agar memastikan sebelum masuk ke haram suci Imam Ridha a.s., menitipkan barang-barang berharga dan perhiasan bernilai mereka ke penitipan di tempat dimana mereka menginap, atau mereka mendatangi kantor-kantor penitipan haram suci Imam Ridha a.s. dan menyerahkan barang-barangnya hingga dapat berziarah dengan tenang dan khusyuk.
Patut disebutkan juga di sini bahwa kantor-kantor penitipan tidak dapat menerima titipan barang-barang seperti tas dan koper besar, peralatan masak, makanan dan sayur-sayuran, selimut dan barang-barang belanjaan berjumlah besar. Akan lebih baik bila peziarah yang mulia pergi belanja setelah melakukan ziarah.

Sumber :
Kata kunci :