Ruangan Syeikh Baha’i
Sabtu , 02/21/2015 - 15:05
شیخ بهایی
Ruangan Syeih Baha’uddin ‘Amili yang lebih dikenal dengan Syeikh Baha’I adalah tempat dimakamkannya ulama terkemuka ini. Yang merupakan ulama besar Syiah Imamiyah. Bangunan ini terletak di sebelah tenggara Raudhah Munawarah, yang dari sebelah utara berbatasan dengan halaman Azadi, dari sebelah selatan berbatasan dengan ruangan Imam Khomeini (qs), dari sebelah timur dengan ruangan Darul Ibadah dan dari barat berbatasan dengan Darul Az-Zuhd. Jalan utama untuk masuk menuju makam ini merupakan koridor di sudut sebelah selatan daya halaman Azadi. Di samping jalan masuk ini, terdapat sebuah bilik yang dikenal dengan nama bilik Hefzur Reza’I yang terletak di sebelah selatan daya halaman Azadi. Bilik kecil ini dengan beberapa anak tangga menyambungkan halaman Azadi ke ruangan tersebut. Di koridor yang mengarah dari halaman ke bilik ini terdapat kaligrafi yang terbuat dari kaca dengan lebar 30 cm berbentuk sabuk islami dengan bunga-bunga daun yang tipis sangat indah warnanya dan sapuan kuas yang indah bertuliskan kalimat “Bismillahir rahmanir Rahim, Allahu Jalla Jalaalahu rabby, wa Muhammadun Saw nabiyyi, wal Islam diiny, wal Qur’an kitaaby, wal Qa’batu qiblaty, wal imamy Al-kazim (as), wal imamy Ali bin Musa Ar-Ridha (as), wal imamy Muhammad Al-Jawad, wal Imamy Ali Al-Hady, wal Imamy Al Hasan Al-Askari, wal Imamy Al-Hujjati Al-Muntadzar” tertulis dengan menggunakan khat tsulus.
Di hadapan kaligrafi syair itu tertulis “Tinggallah dengan damai, tidak ada tanya dan jawab / tidurlah dengan tenang tanpa ada rasa bosan”.
Ruangan Syeikh Baha’I berbentuk segi empat dan luasnya sekitar 102 meter persegi dan tingginya 5/90 meter. Tempat makam ulama besar ini merupakan salah satu kebanggaan dunia Syiah, bertempat di tengah-tengah ruangan dan di atasnya terdapat tiga buah batu dengan diameter yang berbeda dilengketkan satu sama lain menyerupai sebuah tangga. Garis nasab beliau bersambung sampai ke Haris Hamadani. Ketika berumur tujuh tahun ia pergi menemui ayahnya Syeikh Husein datang ke wilayah Ajam. Wasiat tentang keutamaannya sampai ke ujung timur dan barat dunia. Suara pujian baginya hanya Allah yang mengetahuinya. Ia lahir ke dunia pada waktu sore hari kamis bulan Muharram di ba’labakka pada tahun 953 dan kembali ke pangkuan-Nya pada bulan Syawal tahun 1621.
Sumber :
Kata kunci :