Sejarah Singkat Aktivitas Haram Suci Radhawi dari Awal hingga Kini
Haram Suci Radhawi dalam Lintas Sejarah
Jumat , 02/14/2014 - 16:30
Haram Suci Radhawi dalam Lintas Sejarah
Sebuah Laporan yang Menerangkan sekian Banyak Masalah dan Aspek Detail Seputar “Haram Suci”

Haram Suci Radhawi yang falsafah keberadaannya bergantung mutlak pada keberadaan makam suci Imam Ridha a.s. telah berusaha menyebarkan budaya dan ajaran suci Imam Ridha a.s. dan mengelola harta-harta wakaf atas nama beliau dengan penuh amanat, serta senantiasa menjaga independensinya dalam berbagai periode dari usianya.
Sekalipun tidak ada catatan tersisa mengenai pola pengelolaan urusan haram suci ini hingga sebelum masuk era Safavid, akan tetapi setelah era tersebut haram suci ini telah membuka lembaran baru dari perjalanan kegemilangannya. Tentu saja, sepanjang masa-masa itu, haram suci ini mengalami riuh rendah. Namun dengan kemenangan Revolusi Islam Iran, kita menyaksikan betapa haram suci ini mengalami era transformasi yang besar dalam struktur haram suci dan kegiatan-kegiatan keorganisasian di berbagai bidang.

Kota Surgawi, Poros Para Pecinta Imam Ridha a.s.
Karena keberadaan makam suci Imam Ridha a.s., kota suci Masyhad sudah sejak awal telah menjadi pusat perhatian khusus kaum Syiah sedunia. Kecintaan dan perhatian ini telah menyebabkan sebagian orang Syiah sejak abad-abad pertama, ditopang oleh kepercayaan pada tradisi mulia wakaf, telah mewakafkan buku-buku berharga kemudian bidang-bidang tanah pada tahun-tahun berikutnya. Walaupun jumlah barang wakaf dan peruntukannya pada masa-masa itu masih belum begitu banyak, akan tetapi untuk keperluan pengelolaan, jumlah kecil itu sudah cukup untuk dikelola oleh beberapa orang sebagai penanggung jawab.
Setelah itu, para penangung jawab berubah fungsi menjadi pengelola dan dengan meningkatnya kemampuan financial dan bertambahnya pejabat, terbangunlah sejumlah administrasi yang tertata sistematis dan sistem kelembagaan dengan nama Haram Suci Radhawi dalam rangka mengelola haram suci dan harta miliknya di berbagai pelosok negeri.(1)

Lembaga Independen
Haram Suci Radhawi, berdasarkan misi mulia dan besarnya, mengelola berbagai urusan haram suci dan harta kekayaan wakaf, dan menjaga independensinya sepanjang sejarahnya, maka negara tidak campur tangan di dalamnya. Semua urusan kelembangaan dan administrasi, ketertiban dan pelayanan di haram suci ini dilakukan melalui pejabat dan pegawainya sendiri, sementara para pengelola hanya bertanggung jawab kepada pemimpin negara, dan tidak seorang pun dari organ pemerintahan dan negara berhak mencampuri urusan makam suci ini. Ini adalah tradisi yang berlangsung sejak kemenangan Revolusi Islam Iran dengan kepemimpinan bijak Imam Khomeini ra. dan berlanjut dengan kepemimpinan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran (semoga Allah SWT melindunginya). Dengan demikian, Haram Suci Radhawi mengukuhkan independensinya.

Kondisi Haram Suci Radhawi dari Awal hingga Abad 9 H
Makam suci Imam Ridha a.s. sejak hari-hari pertama keberadaannya sudah memiliki pengurus dan pengelola.
Di akhir abad ke-3, ada sekelompok orang tinggal bersebelahan dengan makam suci beliau, dan mereka itulah orang-orang pertama yang menjadi ajudan dan pengurus tempat kudus ini.
Sesuai data-data sejarah yang kami miliki, orang pertama yang mengurusi makam suci Imam Ridha a.s. adalah seorang bernama Husain bin Ali bin Sha’id Barbari dimana ayah beliau adalah salah satu perawi Imam Ridha a.s.(2)
Perlu juga dikemukakan bahwa hingga abad ke-9 Hijriah, para pengurus makam Imam Ridha a.s. dipilih dari keluarga Alawi (keturunan Imam Ali bin Abi Thalib a.s.) dan bangsawan dari daerah Thus.(3)

Apa yang Terjadi di Haram Suci Sebelum Era Safavid?
Administrasi haram suci Imam Ridha a.s. dan kelembagaannya di berbagai era sejarah mengalami banyak perubahan dan peralihan yang beraneka ragam. Tradisi dan adat diterapkan di berbagai periode sejarah di dalamnya dimana kecenderungan pribadi penanggung jawab turut berpengaruh, juga pihak penguasa dan pejabat menerapkan pendapatnya untuk mengelola sebaik mungkin haram suci.(4)
Berkaitan dengan kelembagaan dan pola manajemen urusan-urusan haram suci Imam Ridha a.s. hingga sebelum masuk era Safavid dimana lembaga haram suci belum memiliki banyak kekayaan dan pendapatan, tidak ada laporan yang jelas dan detail.

Pendirian Resmi Lembaga Haram Suci Radhawi
Di era Safavid, ketenangan dan stabilitas di negeri Persia tengah berkuasa dan terbina baik, haram suci menerima banyak harta-harta wakaf dan kekayaan yang melimpah. Pada saat itulah lembaga keorganisasian terbangun, mencakup beberapa organ fungsional: pelayan atau ajudan, aparat keamanan, pengawas, pejabat adiministratif dan lain-lainnya.(5)
Pada masa kekuasaan Raja Abbas Islam (1038 M), karena perhatian besarnya pada maslah perwakafan dan pemeliharaan keamanan di Khurasan, mendirikan lembaga administrasi resmi Haram Suci Radhawi.
Pada era itu, maka secara berangsur-angsur dan dengan bertambahnya kekuatan financial dan jumlah pengurus, terbentuklah sebuah lembaga yang terorganisir untuk pengelolaan haram suci dan kekayaan Haram Suci Radhawi di seluruh negeri Iran dengan pola manajemen yang khas.
Sejak masa kekuasaan Tahmasb (907-962 H) juga para pengurus dipilih secara resmi dari kalangan orang-orang dekat kerajaan.(6)
Dengan pemilihan tersebut, fungsi pengawasan dan kepengurusan raja atas Haram Suci Radhawi dan urusan-urusan berlaku secara resmi dan konstitusional. Sampai beberapa abad berikutnya, yakni era Pahlevi, hal ini berlanjut.
Secara umum, sistem kelembagaan dan manajemen haram suci di era Safavid dapat dibagi menjadi dua: bagian kelembagaan yang berkaitan dengan pengurusan haram suci dan bagian kelembagaan yang berkaitan dengan mengelolaan tempat-tempat suci yang mencakup bidang-bidang tanah, lahan pertanian dan perkebunan yang dimiliki Haram Suci Radhawi di kota suci Masyhad dan daerah-daerah lainnya.(7)

Prestasi Haram Suci Radhawi di Era Safavid
Orang-orang kerajaan Safavid telah meninggalkan kontribusi berharga mereka dalam pengembangan dan penyempurnaan Haram Suci Radhawi, di antaranya penyepuhan emas kubah oleh Sultan Muhammad Khudabandeh, perbaikan dan penyepuhan emas menara di masa Ghaznawi, yaitu di awal kekuasaan Raja Tahmasb (930-983 H/1523-1576 M). Pada mamasa raja ini pula dinding ujung kota dibangun.
Pada tahun 1009 Hijriah, raja Abbas Safavi berjalan dari tahta kerajaannya di Isfahan pada masa itu hingga sampai di Masyhad. Ia tinggal di Masyhad untuk beberapa lama lalu memerintahkan agar kubah haram suci Imam Ridha a.s. agar disebuhi emas untuk kedua kalinya. Tugas ini dilakukan oleh Kamaludin Mahmud Yazdi. Berdasarkan cacatan yang terpatri di kubah, proses penyepuhan itu dimulai pada tahun 1010 Hijriah dan selesai pada tahun 1116 Hijriah.
Teks catatan yang terpatri di kubah tersebut adalah karya kaligrafis orang Iran bernama Ali Ridha Abbas, bersepuh emas menonjol dengan corak kaligrafi Khat Tsuluts, demikian bunyinya: Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Dari karunia-karunia Allah SWT yang amat besar adalah sultan agung, raja diraja bangsa Arab dan Ajam, pemilik nasab suci kenabian dan kedudukan menjulang Alawi, tanah jejak kaki para pelayan taman kudus yang nurani dan suci ini, penyebar pusaka datuk-datuknya yang suci, sultan bin sultan Abu Muzaffar, Raja Abbad Al-Musawi Al-Safavi Bahadurkhan, telah mendapatkan kebahagiaan dapat datang berjalan dengan kedua kakinya dari istana kerajaan di Isfahan untuk berziarah ke haram mulia ini, dan ia berbangga telah menghiasi kubah ini dengan harta bersihnya pada tahun seribu sepuluh dan selesai pada tahun seribu enam belas.
Ali Ridha Abbasi juga menuliskan sebuah ayat Al-Qur'an dan beberapa bait puisi. Ayat Al-Qur'an ditulis dengan tinta kuning yang kinimenjadi koleksi perpustakaan Imam Ridha a.s.(8)
Demikian pula atas perintah Raja Abbas, telah dilakukan berbagai pencapaian dan perubahan lainnya di sekitar haram suci, termasuk halaman besar Atiq, pembangunan aula utara, kamar-kamar, ruang-ruang kecil dan aula-aula timur dan barat, pembangunan aula Tauhidkhaneh dan kubah Allahwardikhan.

Gelar ‘Masyhadi” Bermula dari Era Safavid
Mengingat perhatian besar Raja Abbas terhadap haram suci Imam Ridha a.s., maka ia memerintahkan agar setiap orang yang berziarah ke makam suci beliau dapat menambahkan sebutan kehormatan ‘Masyhadi’ menjadi bagian dari namanya, sama seperti sebutan kehormatan haji dan karbala’i. demikianlah gelar itu muncul dan bermula.(9)
Raja Abbas juga menyerahkan sejumlah naskah tulisan tangan Al-Qur'an yang dinisbatkan kepada para imam suci Ahlul Bait a.s. Ia juga dengan fatwa ulama menjual berlian besar dan hasil penjualannya ia belikan untuk properti dan ia wakafkan ke haram suci. Berlian itu pernah dirampas oleh orang-orang Uzbek dari haram suci, lalu Raja Abbas merebutnya kembali.
Raja Abbas selama tinggal di kota Masyhad mengelola sebuah kantor yang disesuai dengan pendapatan, diaman ia menerima biaya dari masyarakat yang ingin dan berharap dikuburkan di dekat haram suci Imam Ridha a.s. Besaran biaya tersebut ditentukan dengan seberapa jauh dekat jarak letak kuburan seseorang dengan haram suci Imam Ridha a.s. Tentu saja, anggota kerajaan Safavid dibebaskan membayar biaya tersebut. Pendapatan dari pekerjaan ini digunakan untuk rekonstruksi bangunan dan pembiayaan penerangan haram suci. Ia juga membuat ruang peristirahatan di halaman paling dengan makam suci Imam Ridha a.s. yang hingga kini masih ada.(10)
Raja Abbas II mentakmir halaman Atiq dan melapisinya dengan keramik cantik, lalu Raja Sulaiman memperbaiki kubah suci yang terbelah akibat gempa yang terjadi pada tahun 1084 H/1673 M) sebagaimana dalam catatan yang terpatri di bagian kubah. Ia juga membangun sejumlah sekolah.
Dua bangunan penting Haram Suci Radhawi, yaitu aula Rawwaqullah Wardikhan dan aula Khatamkhani, juga karya arsitek Allahwardikhan dan Hatambik Urdubadi, dua raja dari era Safavid. Demikian pula aula yang terdapat di bagian barat Darul Dhiyafah, termasuk dari yang dibangun Allahwardikhan.

Catatan Sejarah Syaikh Baha’i
Di sini juga perlu dicatatkan hal-hal terkait seorang ulama saleh Syiah di era Safavid, yaitu Syaikh Baha’i. Kontribusinya yang amat bernilai pada masa ituuntuk haram suci Imam Ridha a.s. terlihat menonjol. Ia seorang ulama yang secara pribadi melakukan perbaikan dan pembenahan di bangunan haram suci.
Sekarang pun sekitar 94 judul buku tulisan tangan karya Syaikh Baha’i (seorang ulama di era Safavid) tersimpan utuh di khazanah manuskrip perpustakaan pusat Haram Suci Radhawi, mencakup berbagai subjek seperti: tafsir, ushul fikih, doa-doa, kata mutiara, matermatika, dan puisi. Beberapa judul buku-bukunya adalah Arba’in Hadits, Tarjamah QuthbSyahi, Tasyrih Al-Aflak, Khulashah Al-Hisab, Diwan Syi’r.
Demikian pula, lebih dari seribu seratus karya tulisan tangan yang tak ada bandingannya dimiliki ulama rabbani ini yang kini masih tersimpan baik di khazanah manuskrip Haram Suci Radhawi. Di angtara karya-karya itu adalah Syarh Tasyrih Al-Aflak, Syah Shahifah, Tarjamah Miftah Al-Falah, Syarh Itsna Asyariyyah, Syarh Khulashah Al-Hisab, Butub Jamei Abbasi, Miftah Al-Falah, Arba’in, Kanz Al-Hisab, Nun va Halva, taudhih Al-Maqashid, Jami’ Al-Muqaddimat.
Memang sebagian dari karya-karya yang dihadiahkan Syaikh Baha’i ke perpustakaan Imam Ridha a.s. di kota suci Masyhad adalah dengan nama A'lamuddin Dailami dengan tulisan tangan Syaikh Baha’i.(11)

Haram Suci Radhawi di Era Afsyaria
Tumbangnya dinasti Safavid dan jatuhnya Iran ke tangan orang-orang Afganistan, kondisi wakaf pada masa ini menjadi kacau. Sementara itu, kota Masyhad kerap dikuasai secara silih berganti dari satu orang ke yang lain. Dengan berkuasanya Nadir, kondisi kekayaan wakaf mengalami krisis setelah dia melakukan penyitaan.
Walaupun dia pribadi cinta pada haram suci Imam Ridha a.s. dan membangun sebagian bangunan seperti Guldasteh di haram suci dan melakan sejumlah perbaikan serta mewakafkan bagian dari kekayaannya, namun dokumen-dokumen yang tersisa dari masa kekuasaannya mengungkapkan semacam kekacauan dalam urusan-urusan haram suci dimana pengelolaan urusan dan kelembagaan adiministratif Haram Suci Radhawi tidak lagi seperti kondisi era Safavid. Para pengelola di era ini seperti juga di era Safavid; dipilih dari kalangan keturunan Nabi SAW dan kalangan ulama. Mereka mencampuri urusan sebagai perwakilan dari raja, walaupun pengaruh era ini tidak sekuat era Safavid.
Salah satu poin penting di era ini adalah pengadaan daftar besar AliSyahi oleh Ali Syah, saudara kandung Nadir yang dibantu oleh kalangan ulama serta pejabat teras atas Haram Suci Radhawi. Dengan demikian, urusan dan kondisi perwakafan tertata kembali dari kondisinya yang kacau di era Nadir kembali pulih sebagaimana era Safavid.
Dokumen-dokumen yang ada mengungkapkan penataan dan ketertiban urusan perwakafan setelah pengadaan daftar besar tersebut.

Perkembangan Haram Suci Radhawi di Era Afsyaria
Di era ini, khususnya di masa kekuasaan Nadir, sebagaimana dicatat jelas dalam beberapa bait puisi Persia Kuno dan catatan kepingan yang terpatri di kubah emas halaman Atiq, juga dengan pernyataan lugas Muhammad kadzim Marawi, menteri Marw, Nadir menyepuh emas menara era Gaznawi dan kubah Amir AliSyir. Ia juga membangun menara lain di halaman yang sama, juga menghadiahkan berbagai barang berharga ke Haram Suci Radhawi.
Bangunan Guldasteh bagian utara halaman Atiq, penyepuhan emas kembali kubah aula AliSyah, pembangunan dan penyepuhan emas menara aula utara, pemakaian marmer yang atas perintahnya didatangkan dari Harat. Lalu IsmailKhan membangun atap bersepuh emas dan berpilar marmer, lalu dibagian atasnya dihiasi dengan dekorasi emas hingga dinamai dengan atap peristirahatan Ismail Emas di halaman Atiq.
Demikian pula, dengan perintah Nadir, ruas jalan sebuah sungai dibuka ke bawah halaman hingga dapat memenuhi kolam.
Konstribusi lain yang tampak dari era ini adalah pembuatan pusara untuk kedua kalinya, yaitu pada tahun 1160 atas perintah Syahrukh, cucu Nadir, yang diwakafkan ke Haram Suci Radhawi.

Haram Suci Radhawi di Era Qajar
Di era Qajar, bermula dari kekuasaan Agha Muhammadkhan hingga akhir kekuasaan FathAli Syah, belum terjadi perbaikan baru di tubuh lembaga Haram Suci Radhawi akibat permasalahn yang menimpa dinasti saat itu. Keadaan haram suci masih seperti sebelumnya.
Hingga pertengahan era ini, di akhir setiap tahun laporan lengkap dari seluruh pengeluaran dan pendapatan satu tahun penuh dibukukan oleh pejabat-pejabat seperti pejabat penerima sumbangan dan wakaf, dengan mencantumkan nama dan menyebutkan detail uang atau barang diklasifikasi serta dibubuhkan tanda tangan dan stempel.
Namun, Nashiruddin Syah telah merusak lembaga administratif Haram Suci Radhawi.

Perkembangan Haram Suci Radhawi di Era Qajar
Haram Suci Radhawi di era Qajar mengalami sejumlah perkembangan relative seperti pemulihan pengelolaan lahan-lahan yang berada di tangan beberapa pribadi selama masa kekuasaan dinasti Afsyaria dan awal-awal kekuasaan Qajar, pengawasan detail atas pemasukan dan pelaksanaan tugas, pemasangan keramik di halaman baru, pengelolaan ruang peristirahatan, pembinaan ajudan dan pelayan istana dan urusan ajudan serta unit penggelar karpet, penjaga gerbang dan penitipan alas kaki, pembangunan sekolah dasar sadat alawi di halaman Quds untuk pendidikan anak-anak yatim, pewakafan properti dan lahan Tabriz yang dulu dikelola oleh haram suci, penggelaran karpet di haraman baru dan lama, perbaikan pasar AbbasQali dengan batu bata, pengaliran air Sanabad dari dapur besar Haram Suci Radhawi, penggelaran karpet di jalan besar bagian atas dan bawah Masyhad dan perbaikan tengah jalan dengan batubata, pembangunan pasar di sekitar utara jalan Alya dimana pemasukannya digunakan untuk pengadaan lilin dan pelita di halaman haram suci, pembangunan pusat penjualan batu-batu mulia dan penyepuhan batu Firuz, alokasi pasar Aghcheh untuk pengrajin batu mulia dan pasar AbbasQalikhan untuk peristirahatan, perbaikan masjid GauharShad,
pembangunan kantor manajemen akuarium di halaman Atiq, pemberian perkebunan yang dikenal sebagai Timcheh Hakkakhan, pembuatan bazar sepatu dan bazaar Vazir Nezam untuk penerangan halaman dan akomidasi para peziarah pada 1271 AH, pembangunan sebuah penginapan di bagian barat halaman Quds, perbaikan halaman baru, perbaikan lorong dan Saqqa Khaneh, pembuatan menara-menara perak masjid agung, kepemilikan Salar dan taman Asef Duleh sebagai ganti rugi untuk kerusuhan Salar, dekorasi dan pekerjaan ubin Masjid Balasar dan sisi serambi belakang, perbaikan saluran air yang rusak, perbaikan kubah Rabi’ ibn Khathim dan perbaikan ruang seminari Fazel Khan, penyepuhan emas di ruang makam suci dan penyepuhan balkon timur halaman baru yang melekat pada Dar Al-Saadah, pemberian lahan pertanian Gunabad Husseinabad untuk keperluan khusus, layanan pencucian karpet dari haram suci di ladang Toruq, pembangunan pemandian khusus wanita di dekat pemandian pria, pemberian saluran air Husseinabad untuk acara berkabung pada Imam Ridha a.s. dan Lima Manusia Ahli Kisa, pemberian tips pesta Ghadir Khum dan pada Idul Fitri tahun 1274 AH, alokasi sebagian dari pendapatan hibah untuk kalangan, penetapan biaya untuk pengrajin, penugasan penjaga gerbang untuk menyambut para peziarah dengan fokus pada ruang perjamuan dan pengembangannya hingga area masak sesuai dengan instruksi pengelola, relokasi Dar Al-Shafa di atas jalan, konstruksi penginapan Naseryeh di lokasi awal, pembangunan bundaran sepatu bot di jalan tanjak dan jalan turun dan orang-orang dapat masuk ke Haram Suci Radhawi, perubahan jam kerja untuk kalangan Sadat di Haram Suci Radhawi, pembangunan gedung Alyeh dan akuarium di taman Salar, pemberian pertanian Sayedabad untuk para peziarah, pengelolaan desa Kashaf bagi masyarakat miskin, membersihkan halaman, penerbitan buku berjudul "Athar Al- Razawiyah" dikenal sebagai buku saku Siddiq Al-Daulah, pendiran rumah sakit dengan perlengkapan penuh, pengadaan ruang perjamuan Hazrat, dekorasi Dar Al-Huffaz, Dar Al-Siyadah , dan pembangunan TauhidKhaneh, pencatatan laporan harian dari Haram Suci Radhawi oleh wartawan, cermin karya Dar Al-Huffaz, dekorasi dan pengerjaan ubin Masjid Balasar dan sisi belakang portiko, pengerjaan kerajinan cermin dan dekorasi TauhidKhaneh, dekorasi cermin Dar Al-Siyadah.
Halaman baru (Azadi) di sisi timur haram suci dibangun atas perintah Fath Ali Shah dan selesai pada masa Nasiruddin Shah. Karya emas dari balkon, portal utara dan balkon di halaman Atiq direnovasi oleh Muhammad Shah, sebagaimana dicatat dengan tulisan di atas itu. Struktur Dar Al-Saadah dibangun oleh Asif Al-Daulah pada tahun 1251 H dan Dar Al- Dhiyafah yang selesai pada 1320 H. Qaim Maqm Nuri juga melakukan perajinan cermin di ruang makam suci Imam Ridha a.s. Demikian pula, Nasiruddin Shah memerintahkan untuk melapisi dinding sampai ke atap balkon Nasiri dan langit-langit Muqarnass dengan batu bata emas dan karena itu dikenal sebagai balkon Nasiri.
Juga pada masa Muzaffarddin Shah, jam alarm pertama dipasang, dan gardu listrik didirikan.

Haram Suci Radhawi di Era Pahlavi
Di era Reza Khan, sistem pengelolaan terdahulu Haram Suci Radhawi diganti dengan sistem administrasi yang baru dan metode manajemen modern.
Sebagaimana era Qajar, di era ini pengelola ditunjuk langsung oleh pihak kerajaan Pahlevi yang dipilih biasanya dari pria bangsawan di Teheran. Pengelola juga memilih seseorang sebagai wakilnya untuk menjalankan urusan seperti pada periode sebelumnya.

Fungsi Astan Quds Razavi pada periode Pahlavi
Astan Quds Razavi pada periode ini telah melakukan perubahan mencolok seperti mengubah anggaran dasar Haram Suci Radhawi dan menyusun pendekatan baru, menggali saluran air Gunabad untuk memasok air minum dari Masyhad, mendirikan Rumah Sakit Imam Ridha a.s., perpustakaan, museum, makam Sheikh Bahaei, cermin rajinan di serambi Dar Al-Huffazd, pembentukan karyawan perusahaan, pembangunan jalan naik turun tempat-tempat suci, mendirikan kantor umum museum tempat suci, penghiasan dinding haram suci, pencahayaan tidak langsung dari haram suci, mendirikan sekolah Haram Suci Radhawi dari pendapatan pengelolaan, dekorasi bagian timur di halaman baru, pendirian Universitas Ilmu-Ilmu Rasional dan Tradisional di lingkungan sekolah Mirza Ja'far, membuat jalan dan pengerjaan bunga di sekitar kolam Kuhsangi, pendirian perusahaan pertanian Radhawi dan penyewaan lahan Haram Suci Radhawi, perbaikan perkebunan ilegal di Iran oleh Haram Suci Radhawi, penjualan emas Haram Suci Radhawi dan pembelian perkebunan Dargaz untuk Haram Suci Radhawi, mengubah jam kerja di Haram Suci Radhawi menjadi enam jam kerja, pembelian taman Baghbaghu dan taman provinsi untuk Haram Suci Radhawi, penanganan aliran di atas jalan dengan beton, menggali sebuah sumur pada tahun 1330 HS untuk wudhu peziarah di halaman museum, pembangunan gedung Dar Al-Tawliyah di taman Malekabad dan pagar Malekabad dan kebun Ahmadabad, relokasi jam dari Atiq ke halaman baru, pengerjaan ubin di kubah HatamKhani, pemberian 1 juta m2 kawasan industri dari Haram Suci Radhawi ke universitas, cermin rajinan dari serambi baru di sisi utara Dar Al-Siyadah, perbaikan prasasti Azid Al-Mulk, atap sekolah Ali Naqi Mirza yang dikenal sebagai Dar Al-Dzikr, pembentukan komisi yang terdiri dari pra pakar urusan Haram Suci Radhawi, perbaikan yang luas di seluruh halaman Haram Suci Radhawi, pembangunan ruang baru untuk perjamuan, pembangunan gedung tinggi Abkuh, dan pembentukan perusahaan roti Quds Razavi.
Pada periode ini juga ada beberapa penyalahgunaan harta dan wakaf milik Haram Suci Radhawi yang dihabiskan dengan berbagai alasan oleh pihak istana Pahlevi.
Kerusakan lain yang ditimbulkan oleh dinasti ini dalam urusan perwakafan adalah pelaksanaan agenda yang dikenal dengan nama reformasi lahan sedemikian rupa hingga tanah dan lahan wakaf, tanpa peduli pada hukum agama, dibagikan dan seluruh perkebunan Haram Suci Radhawi serta lembaga perwakafan negara dikapling kecil-kecil dengan tujuan merusak wakaf, produktivitas, dan pertanian dan membuatnya lebih bergantung kepada negara.
Padahal, sesuai hukum dinamis Islam, wakaf tidak dapat diberikan, dierjualbelikan, juga tidak dapat digadaikan, dijadikan barang jaminan, ataupun diwariskan, tetapi hanya dapat disewakan.

Organisasi Astan Quds Razavi selama periode Republik Islam
Berkat kemenangan revolusi Islam dan kepemimpinan seorang faqih bijaksana, upaya keras dan tenaga ahli yang komit dan setia, Haram Suci Radhawi telah mencapai tahapan yang paling cemerlang dalam sejarah dan mengalami perubahan mendalam dalam struktural serta kemajuan dalam bidang budaya, pendidikan, konstruksi, dan ekonomis sehingga berkahnya tidak hanya Masyhad dan Iran, tetapi menyebar ke seluruh dunia.
tak lama setelah kemenangan revolusi Islam, Imam Khomeini ra. dengan sebuah keputusan bersejarah telah menunjuk Ayatullah Waiz Tabasi sebagai penjaga Haram Suci Radhawi, sebagai tonggak perubahan luar biasa dalam lembaga ini.

Berikut bunyi surat keputusan Imam Khomeini ra.:
Dengan nama Allah Yang Maha Kasih dan Maha Penyayang
Yang Mulia Hujjatul Islam wal Muslimin Tuan Abbas Waidz Thabasi
Sehubungan dengan pengalaman panjang Anda dalam pengelolaan haram suci Imam Ridha (salam atasnya dan atas ayah-ayahnya yang suci) dan kepercayaan pada Anda dalam masalah ini, saya menunjuk Anda sebagai otoritas pengelola haram suci ini sehingga dengan keseriusan sempurna dan ketelitian Anda melakukan yang terbaik untuk pengelola sempurna barang-barang dan terutama perpustakaan, anggaran, dan kandungan makam suci dan harta-harta wakaf Haram Suci Radhawi dari dan mencegah penyalahgunaan dan penyia-nyiaan kekayaan, dan para pejabat yang mulia akan membantu yang Mulia dalam tugas ini, dan apa yang tampaknya penting diingatkan adalah bahwa tidak ada institusi Republik Islam seperti Jihad Pembangunan dan Kementerian Bimbingan Nasional atau orang biasa berhak mencampuri urusan wakaf dan barang-barang milik Haram Suci Radhawi. Saya mohon kepada Allah Yang Mahakuasa untuk membantu Anda dalam mengemban tanggung jawab ilahi.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
18 Jamadil Awwal 1400
15 Farvardin 1359
Ruhullah Al-Musawi Al-Khomeini

Setelah wafat Imam Khomeini ra., surat keputusan ini diperpanjang dan disetujui oleh Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran.

Bagan Struktural Kelembagaan Haram Suci Radhawi
Setelah kemenangan Revolusi Islam Iran, perubahan mendasar terjadi pada organisasi Haram Suci Radhawi dan struktur kelembagaan yang baru dirancang yang tentunya mengalami beberapa perubahan dalam tahun-tahun berikutnya. Saat ini, sesuai dengan perubahan terakhir di buat struktur kelembagaan, lembaga pusat Haram Suci Radhawi sebagai divisi manajemen utama terdiri dari enam departemen (departemen tempat-tempat suci dan urusan ziarah, departemen properti dan perkebunan, departemen hukum dan wakaf, departemen dakwah dan hubungan kemasyarakatan, departemen logistik dan pengembangan manajemen , dan departemen teknologi dan konstruksi) dan dua badan yang disebut badan konstruksi dan badan ekonomi Razavi serta beberapa manajemen umum dengan kantor yang lasung di bawah pengawasan wakil otoritas atas nama otoritas tinggi Haram Suci Radhawi. Peringkat tertinggi dalam hirarki struktur ini adalah otoritas tinggi Haram Suci Radhawi, Ayatullah Waidz Thabasi.

Fungsi Utama dan Kegiatan Haram Suci Radhawi setelah Revolusi Islam
Berkat kehadiran haram suci Imam Ridha a.s. dan era suci Republik Islam dan di bawah kepemimpinan bijaksana Ayatullah Waidz Thabasi, otoritas tinggi Haram Suci Radhawi, perubahan yang luar biasa telah terjadi di berbagai bidang: politik, budaya, pendidikan, sosial, dan ekonomi yang tidak sebanding dengan prestasi beberapa abad yang lalu dari segi kualitas dan kuantitas. Dalam mengikuti kegiatan yang paling penting disebutkan:

1 . Fungsi Haram Suci Radhawi di Bidang Politik
Islam telah menawarkan sebuah program yang luas untuk kebahagiaan manusia dan mempertimbangkan semua aspek dan kebutuhan.
Sama seperti pentingnya ajaran mengenai dunia akhirat, Islam memiliki beberapa program juga untuk kemajuan material yang, tanpa politik yang tepat dan politisi yang setia, akan gagal dan tak akan berhasil.
Oleh karena itu, salah satu ciri para Imam maksum a.s. adalah posisi mereka sebagai sasat al-ibad yang berarti: orang yang bijaksana dan mengelola urusan masyarakat.
Kegiatan politik Haram Suci Radhawi selama periode ini, dalam sebuah klasifikasi umum, dapat dikemukakan seperti menerima Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatullah Khamenei dalam kunjungan Nowruznya setiap tahun dan menjaga ketertiban dalam pertemuan tersebut, mengelola kepanitiaan perayaan khusus mengenai revolusioner dan acara-acara nasional, kerjasama dengan lembaga imam shalat Jumat dalam mengelola doa Jumat di tempat suci, pengiriman dan dukungan untuk para prajurit ke ke fornt pertempuran selama pertahanan suci (Iran-Irak), meluncurkan Quds Institution (Quds Harian), mengorganisasi konferensi khusus atas subyek Imam Khomeini ra. dan revolusi Islam, mengikuti petunjuk dari Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran Pemimpin dalam bentuk konferensi dan undangan karya tulis khusus (tentang topik seperti wawasan dan konsekuensi arus budaya, peran Basij, peradaban Islam, kebangkitan Islam, perang lunak, gaya hidup Islami, gerakan perangkat lunak, dll.), penerbitan berbagai buku dan makalah tentang politik Islam, revolusi Islam dan Wilayat Faqih, dan perang lunak.

2 . Fungsi Haram Suci Radhawi di Bidang Budaya
Melakukan kegiatan budaya yang luas di kompleks besar Haram Suci Radhawi yang mencakup lembaga-lembaga budaya dan divisi yang melibatkan banyak perusahaan, pembuatan kebijakan, integrasi, dan pengawasan.
Tugas penting ini bersama Dewan Kebudayaan Agung diadakan secara rutin dipimpin oleh otoritas Haram Suci Radhawi dengan hadirnya berbagai tokoh, ahli hauzah ilmiyah dan perguruan tinggi dan sejumlah manajer utama serta instansi terkait di lingkungan Haram Suci Radhawi.
Para ahli menjadi anggota di sekretariat dewan ini dalam bentuk kelompok-kelompok profesional, juga komisi melakukan kegiatan software dan pertimbangan menyangkut program lembaga, rencana dan rekomendasi, menyusun agenda dan pembuatan laporan analitik dan mengikuti dewan tertinggi.
Beberapa lembaga Haram Suci Radhawi adalah Universitas Ilmu Islam Radhawi, Pusat Pelatihan Pelayanan dan Keajudanan bagi staf Haram Suci Radhawi, Institut Riset Islam, Lembaga Perpustakaan, Museum, dan Pusat Dokumen, Yayasan Kebudayaan Radhawi (termasuk sekolah pra-universitas), Lembaga Kebudayaan Quds , Lmbaga Inovasi Artistik dan Media Audio-visual, Lembaga Layanan Konsultasi, Kepemudaan, dan Penelitian Sosial, Beh NashR Co (Penerbitan Haram Suci Radhawi), Lembaga Pembinaan Fisik Haram Suci Radhawi, perpustakaan, dan museum.

3 . Fungsi Haram Suci Radhawi di Bidang Sosial
Selain fungsi ekonomi dan budaya, kegiatan sosial Haram Suci Radhawi tak dapata diabaikan. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat diklasifikasikan dalam olahraga, dan pelayanan kesejahteraan medis termasuk pendirian Rumah Sakit Radhwi sub-spesialisasi, pusat apotek Imam, unit emergency di dalam haram suci, klinik khusus untuk pediatri dan keluarga, Lembaga Layanan Konsultasi, Kepemudaan, dan Penelitian Sosial, dan pusat-pusat olahraga bagi para peziarah dan warga negara.

4 . Fungsi Haram Suci Radhawi di Bidang Ekonomi dan Pembangunan
Haram Suci Radhawi selalu berusaha dalam konstruksi dan ekonomis untuk kemajuan tujuan budaya dan membantu negara terus berkembang.
Kegiatan ekonomi dari Haram Suci Radhawi dalam bentuk Organisasi Ekonomi Radhawi yang mencakup lebih dari 80 perusahaan sehingga rangkaian perusahaan ekonomi ini berdampak positif pada penciptaan lapangan kerja.
Lebih dari 20.000 orang yang direkrut sebagai jajaran formal, kontrak, maupun informal.
Kompleks ini juga telah disebut sejumlah besar kekuatan manusia di dalam negeri karena terlibat dalam ekonomi, budaya, pelayanan, dll., sebagai bagian dari bentuk penciptaan lapangan kerja tidak langsung.

5. Kegiatan Haram Suci Radhawi di Bidang Industri dan Tambang
Kegiatan tersebut dikelola dalam dua bagian industri dan tambang dan terutama industri makanan dalam 17 perusahaan termasuk industri non-logam mineral, gula dan gula keras, industri otomotif, industri kayu, tenun. Demikian pula, publikasi yang dapat kita lihat dalam produksi karpet dari perusahaan Haram Suci Radhawi, Lembaga Percetakan dan Publikasi Haram Suci Radhawi (kemampuan cetak offset, percetakan industri, dan makanan kemasan), Semen perusahaan Radhawi, Shahab Auto Company, Pabrik Quds Radhawi Perusahaan Bangunan Ringan (Hebelex), perusahaan Pabrik Industri Kayu Haram Suci Radhawi, perusahaan Pertambangan dan Granit Haram Suci Radhawi, perusahaan Pemintalan dan Tenun Khurasan, perusahaan Kombinasi Manufacturing Iran, perusahaan Tepung Quds Razavi, perusahaan Ragi Razavi ( Ltd ), perusahaan Turbat Heidariyeh, perusahaan Gula Keras Razavi (Abkuh), perusahaan Industri Makanan Perusahaan Razavi, Razavi Dairy Products Company, Sugar Co. dan Quds Razavi Bread Co.

6. Fungsi Haram Suci Radhawi di Bidang Pertanian dan Peternakan
Bagian ini beroperasi dalam bentuk 12 perusahaan dan lembaga di bidang pertanian, berkebun, foresting, peternakan, dan pembudidayaan ikan, dan menawarkan lebih dari 80 jenis produk ke pasar. Beberapa dari perusahaan tersebut adalah perusahaan Malek Endowment, perusahaan Wakaf, perusahaan Agriculture Organization dari Provinsi Semnan (Damghan), perusahaan Wakaf and Agrikultur Khurasan Utara, perusahaan Pengelolaan Agrikultur Chenaran, perusahaan Pertanian Razavi, Perusahaan Pertanian Quds Razavi, Konstruksi Hutan, perusahaan Isfarayen Budidaya dan Industri Co Anabod Ziegler Budidaya dan Industri, perusahaan Sarakhs Budidaya dan Industri Haram Suci Radhawi, LEmbaga Orchards Haram Suci Radhawi, Lembaga Kenehbist Razavi Budidaya Ternak, Lembaga Industri Nemuneh Pertanian Budidaya, dan perusahaan Tepung razavi dengan kapasitas gudang gandum 30.000 ton.

7. Layanan Haram Suci Radhawi di Bidang konstruksi dan Medis
Kegiatan dalam domain ini dapat diklasifikasikan dalam sejumlah bagian bangunan dan perumahan, pembangunan jalan, komputer dan IT dan komunikasi, kesehatan, pengobatan dan obat-obatan, asuransi dan jasa keuangan yang dilakukan oleh 15 perusahaan, perusahaan Konstruksi dan Pengembangan Grand Khurasan, perusahaan distribusi Razavi, perusahaan Penelitian dan Teknologi Razavi, perusahaan Jasa Asuransi Razavi, perusahaan Samen Farmasi Co, perusahaan konstruksional Beton dan Mesin Quds Razavi, perusahaan Shahab Yar Co, perusahaan Produk Tanaman Obat dan Wangi Razavi, perusahaan Bursa Efek Saham Razavi, perusahaan Perumahan dan Konstruksi Co Quds Razavi, perusahaan Konsultasi dan Perusahaan Jasa Komputer Quds Razavi, perusahaan Air dan Tanah Engineering Quds Razavi, perusahaan Zona Ekonomi Khusus Sarakhs, dan datacenter terbesar di timur negara.

8. Layanan Haram Suci Radhawi di Bidang Konstruksi dan Medis di sekitar haram Suci
Haram Suci Radhawi telah mencapai prestasi berbagai kegiatan konstruksi di sekitar haram suci terpisah dari kegiatan konstruksi di berbagai daerah.
Kegiatan ini meliputi pembangunan pusara kelima untuk Imam Ridha a.s., pembangunan U-turn antara Shirazi, Nawwab Safavi, dan Jalan Raya Tabarsi di kawasan seluas 35500 m2, empat parkir, pembangunan underpass, dan halaman utama seperti halaman Jami Razavi, halaman Ridhwan, halaman Kautsar, halaman Ghadir , halaman Jumhuri Islami dan aula bertiang seperti Imam Khomeini ra., Dar Al-Ijabah, Dar Al-Ikhlas, Dar Al-Rahmah, Dar Al-Hidayah, Dar Al-Hujjah, dan Dar Al-Marhamah.

Catatan kaki:
1 . Abulfazl Hasanabadi, Tarikhceh tasykilat Idari Astane Qudse Radhawi dar Daureh Safavi, Mahtab Mah, no 70-71 , P. 35, Konstitusi Astan Quds Razavi, Zahra Ghulamhusseinpour.
2 . Azizullah Attari Quchani, Tarikh Astane Quds Radhawi, Volume 2, Tehran, Departemen Kebudayaan dan Bimbingan Islam, Percetakan dan Organisasi Publikasi, Attar 1371 , P 692.
3. Ibid.
4 . Azizullah Attari Quchani, Tarikh Astane Quds Radhawi, Volume 2,Tehran, Departemen Kebudayaan dan Bimbingan Islam, Percetakan dan Organisasi Publikasi, Attar 1371 , P 692.
5 . Azizullah Attari Quchani , P 694 & 696.
6 . Ali Mu'tamen, Rahnama ya Tarikhe wa Tausif Dar bareye Wilayatmadari, centeredness, Mashhad, Astan Quds Razavi 1348, P 254-255.
7 . Hassanabadi, 1385
8 . Abulfazl Hasanabadi , Sejarah Administrasi Organisasi Astan Quds Razavi selama Periode Safawi , Publikasi Mahtab Mah , P 35
10. Copy ini baru-baru ini diterbitkan oleh Pusat Inovasi Artistik Astan Quds Razavi.
11 . Encyclopedia Syiah, Volume 1 , P 58 , Pusat Revolusi Islam Dokumen.
12 . Artikel tentang wakaf Artistik dan Renovasi Haram Suci Imam Ridha a.s. selama Shah Abbas ɪ, Pusat Informasi Astan Quds Razavi.
13. Memorial Allameh Majlesi, Resalat Edisi Khusus, P 30, dikutip dari Muhammad Baqir Abtahi.