Nabi Muhammad Itu Untuk Semua Milik Semua
Oleh: Muhammad Ali
Minggu , 03/22/2020 - 05:48
"Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam. (Al Anbiya:107)
Dari mulai bumi diciptakan oleh Allah Swt sampai nanti akhir masanya, maka di bumi senantiasa ada penyambung dan pemelihara keseimbangan. Merekalah para nabi dan orang-orang saleh. Mereka bertugas membimbing manusia agar selalu mengingat dan kembali kepada pemilik sejati mereka, Allah Swt.
Dimulai dari nabi Adam as, dilanjutkan oleh keturunanya hingga berakhir dengan kenabian nabi agung Muhammad Saw, semuanya bertugas membawa manusia agar senantiasa memilki hubungan dengan pemilik dan pencipta semesta. Inilah bentuk keadilan dan kasih sayang Allah kepada ciptaan-Nya, terutama manusia.
Akan tetapi dalam menjalankan misinya, para nabi dan rasul itu tidaklah gampang. Mereka di setiap masa senantasa menghadapi rintangan dan musuh-musuh yang selalu berusaha mengalihkan alur perjalanan para nabi. Para nabi berusaha menjadikan umat pada masanya menjadi hamba Allah dan musuh pun berusaha pula menjadikan manusia menjadi hamba dunia. Para nabi selalu berada dipihak orang-orang kecil dan teraniaya dan berhadapan dengan para tiran penguasa. Para utusan saleh mesti membela hamba sahaya dan melawan para raja.
Inilah yang disinggung sayidina Ali as. Di awal khutbahnya dalam Nahjul Balaghah. Beliau mengungkapkan tentang awal penciptaan semesta, penciptaan Nabi Adam as, permusuhannya dengan Iblis, Iblis yang senantiasa menjauhkan manusia dari menyembah-Nya, hingga diutusnya para nabi sebagai karunia besar umat manusia.
"Allah Yang Maha Suci tak pernah membiarkan hamba-Nya tanpa nabi yang diutus kepada mereka atau tanpa kitab yang diturunkan kepada mereka, atau argumen yang mengikat, atau dalil yang kuat. Para rasul itu tidak merasa kecil karena sedikitnya jumlah mereka dan besarnya jumlah yang mendustainya. Di antara mereka ada pendahulu yang menyebutkan nama yang akan menyusul atau pelanjut yang telah dikenalkan oleh pendahulunya."
Nabi Adam as sebagai manusia dan nabi pertama musuhnya adalah Iblis, karena Iblislah yang menyebabkan dirinya tergoda dan menyimpang dari amanah yang Allah tugaskan baginya. Anak keturunannya sekarang pun terutama para nabi juga meneruskan misi nabi Adam, melawan iblis dan bala tentaranya.
Dengan berlalunya jaman, setelah para nabi berlalu dan tiada, Iblis seakan semakin berkuasa. Bala tentara Iblis semakin banyak dan kuat, yakni semakin pintar mengarahkan manusia untuk jauh dari jalan Ilahi. Mennggelincirkan manusia dari jalan kebenaran, bahkan melalui kebenaran itu sendiri.
Beruntunglah manusia akhir jaman karena memiliki nabi terakhir, rasul penutup. Dialah nabi agung Muhammad Saw, termulianya manusia, kekasih Pencipta, pembawa risalah ilahi dan penyempurna ajaran para nabi terdahulu.
Keberuntungan kita yang hidup di akhir masa ini adalah karena kita bernabikan nabi terakhir, Nabi Muhammad yang mendapatkan posisi spesial di sisi Allah Swt "Maqom Mahmud". Hanya beliau seorang yang mendapatkan pujian sedemikian indah dari Allah "Khuluqin `Adhim". Dan hanya dialah, nabi yang menjadi rahmat bagi alam semesta "Rahmatan Lil `Alamin". Bukan saja semesta menjadi terberkati setelah beliau lahir, akan tetapi semesta terberkati karenanya sejak awal dicipta.
Dalam surat Al Anbiya ayat 107 yang dituliskan di awal, bahwa diutusnya Nabi Muhammad bukan untuk sebagian suku, golongan tertentu atau umat terdahulu. Akan tetapi diutusnya beliau adalah keberkahan bagi alam semesta dan juga seluruh isinya. Tidak hanya untuk umat pada masa beliau hidup saja akan tetapi keberkahannya untuk seluruh manusia sampai hari akhir, bahkan bagi para pecintanya pasti berlanjut sampai kelak di akhirat.
Di masa beliau hidup, umat Nasrani dan Yahudi ada dalam perlindungan pemerintahan Islam. Ketika kebenaran Islam telah tersampaikan, meskipun mereka tidak menerima Islam, selama tidak memerangi dan berbuat onar, mereka yang menganut ajaran nabi terdahulu itu tetap hidup bertetangga dengan keluarga muslim yang lain. Inilah salah satu bentuk rahmat keberadaan beliau.
Dalam beberapa hadisnya, beliau Saw mengungkapkan tentang keuniversalan dakwah dan kenabiannya;
"Sesungguhnya Allah mengutus setiap nabi sebelumku kepada umatnya dengan bahasa kaumnya, dan Dia mengutusku kepada seluruh umat manusia dengan bahasa kaumku (bahasa arab)."
Imam Jakfar as berkata, "Sesungguhnya Allah Swt memberikan kepada Muhammad syariat Nabi Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa as. Dan Muhammad diutus kepada seluruh umat manusia, kepada kelompok kulit putih dan hitam, komunitas jin dan manusia."
Itulah nabi Muhammad Saw, nabi untuk semua milik semua. Nabi Muhammad untuk semua orang yang merindukan kedamaian dan menginginkan keselamatan. Dan milik semua orang yang mengikutinya, setia dalam ajaran dan kebenaran yang dibawanya.
Dialah Sang utusan terakhir untuk semua milik semua. Jika sepanjang masa dunia, Allah selalu mengutus para penentang Iblis, maka nabi Muhammad adalah penghulu dan komandan terdepan yang akan menyelamatkan manusia dari bujuk rayunya, dan mereka yang mencintai dan mengikuti nabinya adalah bala tentara Muhammad yang yang akan bersama-sama dengan beliau memerangi Iblis dan bala tentaranya.
Bala tentara Iblis semakin banyak dan solid, mereka bekerja keras menciptakan berbagai macam keadaan dan penemuan-penemuan baru, hanya demi mengajak dan memperbanyak manusia supaya jauh dari Tuhannya.
Sebaliknya, para pecinta Muhammad sekarang pun berlomba mempersiapkan segalanya demi menentang dan menciptakan benteng kuat dari tipu daya Iblis yang menyesatkan. Mereka merindukan kesyahidan dan pertemuan dengan kekasihnya, Muhammad, dengan berada di garda depan menentang para tiran dan pengikut iblis masa kini.
Iblis dan tentaranya dalam menyesatkan manusia, tidak mengenal dari agama apa maupun dari negara mana. Dia akan memperbanyak kesesatan dari semua kalangan. Ajaran agung nabi pun untuk semua pemeluk agama agar mengenal kebenaran yang beliau bawa, dan juga untuk semua bangsa, supaya mereka yang mengenal kebenarannya bangkit di negaranya masing-masing menentang kebatilan dan keserakahan para penguasanya, menegakan keadilan, kebenaran dan kemanusiaan.
Bangkitnya bangsa-bangsa tertindas di dunia dewasa ini, adalah bukti makna rahmat nabi Muhammad. Merekalah para pecinta nabi yang sedang bekerja membuktikan kebenaran ajaran suci Islam. Mereka sedang meneruskan misi para nabi, menentang Firaun dan Namrud abad modern.
Dimanakah posisi kita sekarang
"Kenalilah kebenaran lalu carilah para pelakunya!" Sayidina Ali as. (IRIB Indonesia)
*) Staf Pengajar Pondok Pesantren DATA, Jepara, Jawa Tengah.
 
Sumber :
Kata kunci :