Detail Langkah Haram Razavi Cegah Penyebaran Virus Corona
Rabu , 02/26/2020 - 06:44
Detail Langkah Haram Razavi Cegah Penyebaran Virus Corona
Kepala Departemen Tempat-tempat Suci dan urusan Peziarah, Haram Suci Razavi menjelaskan detail langkah yang dilakukan Haram Suci Razavi untuk mencegah penyebaran Virus Corona di komplek Makam Suci Imam Ridha as.

Mostafa Feizi dalam wawancara dengan Astan News mengatakan, Haram Suci Razavi untuk mencegah penyebaran Virus Corona di komplek Makam Suci Imam Ridha as, melakukan banyak langkah sesuai arahan Kementerian Kesehatan Iran.
Ia menambahkan, sebelum masuknya Virus Corona ke Iran, pertemuan untuk membahas upaya pengendalian krisis, dan pelatihan langkah kontrol, termasuk melatih para petugas Haram Suci Razavi, pelayan dan tamu untuk mencegah serta meningkatkan perhatian pada kesehatan di tempat-tempat suci, sudah dilakukan.
Mostafa Feizi menerangkan, sebelum Virus Corona masuk ke Iran, kami sudah menggelar sejumlah pertemuan serius, dalam rentang waktu yang pendek dengan instansi pemerintah tingkat provinsi, terutama Universitas Ilmu Kedokteran Mashhad, dan atas penegasan Perwalian Haram Suci Razavi terkait sumber rujukan dalam hal ini yaitu Kemenkes Iran, dilakukan sejumlah langkah pencegahan untuk menjaga keselamatan para peziarah, pelayan dan asisten pelayan Haram Suci Razavi, dengan koordinasi Universitas Ilmu Kedokteran Mashhad, dengan keseriusan yang lebih tinggi.
Kepala Departemen Tempat-tempat Suci dan urusan Peziarah, Haram Suci Razavi menegaskan, dalam pertemuan-pertemuan itu, kami mendesain langkah pencegahan luas dalam tiga bidang, pelayan dan asisten pelayan, tempat-tempat suci dan peziarah, dan mencakup upaya tindak lanjut di tingkat tempat-tempat suci Razavi.
Feizi juga menyinggung soal langkah Haram Suci Razavi dalam rangka mencegah penyebaran Virus Corona di antara para pelayan dan asisten pelayan Razavi. Menurutnya, selain menghormati, mengapresiasi dan berterimakasih atas kerja keras para pelayan dan asisten pelayan Razavi, mereka yang tinggal di daerah-daerah juga kami minta untuk tidak datang dulu ke komplek Makam Suci Imam Ridha as hingga waktu yang belum ditentukan.
Lebih lanjut ia menjelaskan, selain itu kami juga membagikan gel disinfektan ke semua penginapan Haram Suci Razavi, dan kantor-kantor pelayanan, untuk mencegah penyebaran Virus Corona, juga menyediakan cairan disinfektan di aula-aula penginapan Haram Suci Razavi, dan membagikannya kepada para peziarah.
Kepala Departemen Tempat-tempat Suci dan urusan Peziarah, Haram Suci Razavi melanjutkan, selain langkah tersebut, 9 kelas pelatihan untuk semua tamu Haram Suci Razavi di Aula Qods, Perpustakaan Pusat Haram Suci Razavi, dan kelas pelatihan untuk menghadapi Virus Corona, dan cara mencuci tangan yang benar di Daru Syifa Imam Ridha as, ditambah dengan pelatihan peningkatan level kesehatan khusus pelayan dan asisten pelayan di Haram Suci Razavi.
Feizi juga menekankan bahwa bagian kedua langkah pencegahan epidemi Corona di tempat-tempat suci, bagian disinfektan dan kebersihan dilakukan secara serius. Tempat-tempat yang berisiko tinggi tercemar seperti pintu, permadani, lantai serambi tempat suci, toilet dan yang lainnya, disterilisasi menggunakan cairan disinfektan beberapa kali sehari semalam.
Ia juga menyinggung langkah Haram Suci Razavi di bagian ketiga yaitu peziarah dan warga sekitar Haram Suci Razavi untuk mencegah penyebaran Virus Corona sesuai arahan Perwalian Haram Suci Razavi, yang memiliki tingkat urgensitas tinggi.
Mostafa Feizi mengatakan, dalam hal ini serangkaian program dan aktivitas yang melazimkan berkumpulnya massa, diseimbangkan atau bahkan dihentikan sementara, di antaranya penutupan arena bermain anak Maarefi, percetakan Razavi dan pengurangan program penyiaran.
"Dengan memperhatikan seluruh langkah yang sudah diambil untuk mencegah penyebaran Virus Corona di Haram Suci Razavi, lebih dari 1000 poster pendidikan kesehatan untuk menghadapi Corona dengan konsenstrasi cara yang benar membersihan tangan dengan air di komplek Makam Suci Imam Ridha as, dipasang di gerbang masuk Haram Suci Razavi, tempat parkir, tempat penitipan barang, penginapan, pos barang hilang, tempat istirahat para pelayan, dan asisten pelayan, toilet dan lainnya," paparnya.
Feizi menjelaskan, pembagian brusor dan buku saku berisi pengenalan Virus Corona, dan cara yang benar untuk mencuci tangan dengan sistem otomatis demi meningkatkan standar kesehatan pelayan dan asisten pelayan serta pegawai, informasi seputar penyakit Corona melalui televisi besar dan informasi tentang Corona di penginapan Haram Suci Razavi, merupakan langkah lain yang dilakukan Haram Suci Razavi.
Di bagian lain statemennya, Mostafa Feizi menyinggung program acara Itikaf di Haram Suci Razavi dan menuturkan, saat ini sedang dibahas apakah Itikaf akan diselenggarakan di Haram Suci Razavi atau tidak, setelah keputusan final diambil, akan diumumkan masyarakat.
Kepala Departemen Tempat-tempat Suci dan urusan Peziarah, Haram Suci Razavi menerangkan, Haram Suci Razavi setiap hari menerima kunjungan para penyandang disabilitas untuk berziarah ke Makam Suci Imam Ridha as, tapi mengingat kondisi yang ada saat ini, program khusus tersebut dihentikan.
Menurutnya Haram Suci Razavi punya kapasitas yang sangat baik dan kuat di bidang kesehatan, pengobatan dan keselamatan. Oleh karena itu berdasarkan keputusan yang sudah diambil di Daru Syifa Imam Ridha as, unit-unit pelayanan diaktifkan, dan dengan menempatkan para dokter spesialis piket selama 24 jam, setiap kasus mencurigakan akan dideteksi dan jika ditemukan kasus infeksi Virus Corona, maka langsung diambil tindakan pengobatan.
Feizi menuturkan, rumah sakit subspesialis Razavi juga sebagaimana biasanya berada dalam kesiapan penuh untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para peziarah dan warga sekitar Haram Suci Razavi.
Perlu diperhatikan pula bahwa nomor telepon intenal 2424 Lembaga Kesehatan Haram Suci Razavi menerima informasi seputar kasus-kasus mencurigakan, sehingga jika ditemukan orang yang terinfeksi Corona, para pelayan dan asisten pelayan dapat menghubungi nomor ini, dan menyampaikan informasi tersebut.

Sumber :