Pesan Nowruz 1399 Hs Perwalian Haram Suci Razavi
Jumat , 03/20/2020 - 04:18
Pesan Nowruz 1399 Hs Perwalian Haram Suci Razavi
Perwalian Haram Suci Razavi dalam pesannya mengucapkan belasungkawa hari kesyahidan Imam Musa Kadzim as, dan selamat atas tibanya tahun baru Iran, Nowruz tahun 1399 Hijriah Syamsiah.

Astan News melaporkan, Hujatulislam Ahmad Marvi dalam pesan Nowruz mengatakan, keputusan pahit dan sangat sulit untuk menciptakan pembatasan sementara berziarah, tanpa perlu membesar-besarkan, adalah seperti meminum racun. Kami mengambil keputusan pahit ini berdasarkan tanggung jawab syariat agama, anjuran ulama dan marja taklid, serta untuk menjaga keselamatan jiwa para peziarah, dan tamu mulia Imam Ridha as.

Isi lengkap pesan Perwalian Haram Suci Razavi sebagai berikut,

Bismillahi rahmani rahim

Alhamdulilllahi Rabbil Aalamiin Allahuma Shali Ali yibni Musa Aladzi Irtadhaitahu wa Radhaita bihi min Khalqika, Assalamualaika Ya Musa bin Jafar warahmatullahi wabarakatuhu.

Saya ucapkan salam kepada rakyat Iran yang terhormat. Pertama, saya menyampaikan belasungkawa kepada Imam Ali bin Musa Ar Ridha as, kemudian kepada seluruh Syiah dan pecinta Ahlul Bait as.

Ya Muhawilal Hauli wal Ihwal Hawil Haalana ila Ahsanil Hal. Saya mengucapkan selamat tahun baru kepada Anda semua. Insyaallah tahun baru ini disertai dengan keberkahan, maknawiah, kegembiraan dan keberhasilan. Tahun baru ini bertepatan dengan hari raya agung umat manusia yaitu Mab’ats atau pengangkatan Nabi Muhammad Saw, yang ajarannya sangat dibutuhkan oleh umat manusia zaman ini lebih dari sebelumnya, dan hidayah Imam-imamnya diperlukan, kami berharap kita semua dapat menjadi umat Nabi Muhammad Saw dan pengikut putra-putra maksum beliau. Insyaallah.

Tahun ini melewati berbagai kesulitan dan kemudahan di tahun sebelumnya, banjir bandang di awal tahun lalu, kesyahidan komandan Islam, Haj Qassem Soleimani, jatuhnya pesawat penumpang, semuanya adalah pengalaman pahit tahun lalu,  tapi di tengah semua kesulitan tersebut terdapat pengalaman manis dan indah. Persatuan pejabat pemerintah dan rakyat Iran, heroisme rakyat dalam membantu korban banjir, membantu sesama yang tengah kesulitan, semua bentuk solidaritas, pengorbanan dan peduli sesama ini, sungguh tak ternilai.

Partisipasi luas rakyat Iran dalam prosesi pemakaman Komandan Besar Islam, Haj Qassem Soleimani yang tidak ada duanya dalam sejarah umat manusia, semua adalah pengalaman manis tahun lalu. Di akhir tahun lalu, dan sekarang kita sedang dihadapkan dengan peristiwa dan realitas sejarah yang pahit, virus Corona menyerang seluruh dunia tak terkecuali kita.

Sejumlah peziarah kita, para pejuang kesehatan, para dokter terhormat, dan perawat telah mengorbankan jiwanya untuk memerangi virus ini, namun pengorbanan di bidang kesehatan oleh para dokter dan perawat ini menjadi pengalaman yang manis dalam peristiwa pahit ini.

Kami di kota suci Mashhad, kota Imam Ridha as juga mengalami banyak kesulitan. Hari ini kami seharusnya melayani jutaan peziarah di komplek Makam Suci Imam Ridha as. Tahun lalu di hari yang sama, jutaan pecinta dan peziarah berkumpul di Makam Imam Ridha as, dan kami melayani mereka, tapi tahun ini kami tidak bisa menjamu para tamu mulia Imam Ridha as. Setiap tahun khususnya selama 30 tahun terakhir, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar selalu berkunjung ke Mashhad, dan menyampaikan pidato bersejarah, namun tahun ini kita kehilangan momen berharga tersebut. Hal yang paling pahit dalam peristiwa ini adalah pembatasan ziarah Imam Ridha as. Keputusan yang sangat sulit dan benar-benar berat.

Terkadang dalam salam kepada Imam Ridha as, kita mengatakan, Assalamualaika Ya Gharibal Ghuraba, tapi kita tidak pernah merasakan keterasingan Imam Ridha, dan tidak pernah memahaminya, tapi hari ini saat halaman dan serambi-serambi Haram Suci Razavi kosong dari peziarah, Gharib Al Ghuraba kita rasakan dengan baik. Meskipun hati suci jutaan pecinta Ahlul Bait as sedang bertawaf di Makam Suci Imam Ridha as, dan tertambat kepada Imam Ridha, tapi tahun ini tidak ada kehadiran fisik para peziarah. Sebuah keputusan yang sangat sulit, dan tanpa membesar-besarkan masalah, ini seperti meminum racun. Tapi kami tidak punya pilihan lain, atas dasar tanggung jawab syariat agama, anjuran para ulama dan marja taklid, dan demi keselamatan jiwa para pecinta Ahlul Bait as, saya meminta maaf kepada Anda semua pecinta Imam Ridha as yang bermaksud merayakan tahun baru di Makam Suci Imam Ridha as seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kami mengambil keputuan pahit ini demi keselamatan jiwa Anda semua, dan kami berterimakasih kepada Wakil Wali Fakih di Provinsi Khorasan Razavi, ulama Khorasan dan Mashhad, serta warga Iran yang mendukung kebijakan kami, dan tidak membiarkan kami meminum lebih banyak racun pahit ini.

Dengan segenap jiwa, saya benar-benar menundukkan kepala di hadapan semua kesadaran dan pemahaman atas situasi hari ini dari para ulama besar dan rakyat Iran yang mulia. Sebagaimana disampaikan Imam Ali as, La Yahmalu Hadza Illa Ahlul Bashar wa Shabar. Kami menghargai kesabaran dan kesadaran Anda. Insyaallah berkat bantuan Imam Ridha as, wabah ini segera hilang dari Iran dan semua negara dunia, dan pembatasan berziarah tidak berkepanjangan, serta kesempatan berziarah bagi pada pecinta Ahlul Bait as segera terbuka, sehingga kami dan para pelayan bisa melanjutkan pelayanan kami. Insyaallah.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuhu    

Sumber :
Kata kunci :