Foto-foto Pertama Makam Imam Ridha dari Lensa Fotografer Italia
Selasa , 04/28/2020 - 22:20
Bagi kita yang mencintai Imam Ridha as, apapun yang mengantarkan kita kepada beliau, sungguh berharga dan dengan itu kita menambatkan hati pada kesuciannya. Apapun perantara itu, bisa saja ia adalah suara merdu dari Neghare Khane, atau foto-foto jendela besi yang muncul di layar televisi.

Di hari-hari ini, di tengah wabah Virus Corona, kita diharuskan mematuhi sejumlah aturan termasuk tidak mendatangi konsentrasi massa, maka dari itu memanfaatkan perantara-perantara semacam ini untuk menunjukkan kecintaan kepada Imam Ridha as, semakin efektif. Hari ini saat kita tidak mungkin untuk mendatangi halaman dan serambi kompleks Makam Suci Imam Ridha as, hati kita bisa melayang terbang ke langit Haram Suci Razavi melalui foto-foto di media sosial, televisi, bahkan foto-foto merpati.

Tapi pernahkah kita berpikir foto Makam Suci Imam Ridha as yang pertama diabadikan oleh siapa, dan kapan. Meski semua foto tidak bernyawa, namun foto-foto yang dihiasi kubah dan Makam Suci Imam Ridha as, memilki kisahnya sendiri, mereka memberi ruh baru, ini bisa kita saksikan pada foto-foto hitam putih seorang fotografer asal Italia.

Dari Shahroud dan Damghan ke Tus, Akhirnya ke Haram Suci Razavi

Namanya Antonio Giannuzzi, seorang lelaki asal Naples, Italia yang mengajar di Madrasah Nezam, Iran di masa pemerintahan Naser Al Din Shah Qajar. Tidak didapat informasi yang cukup dan akurat seputar kehidupannya, tapi jangan ragu, Giannuzzi sejak dari Italia, adalah seorang pecinta seni dan seniman ulung yang setiap kali melihat pemandangan indah, tanpa mengenal waktu dan tempat, langsung mengabadikannya dengan lensa kamera.

Pria berselera tinggi itu hidup di dunia tidak lebih dari 60 tahun, namun hasil bidikan jitu dan indahnya dapat ditemukan di lembaran-lembaran album foto lama di berbagai museum Iran, museum-museum seperti Istana Golestan, dan museum sejarah Haram Suci Razavi.

Foto-foto monumental dan menarik Giannuzzi tentang Makam Suci Imam Ridha as, tersimpan abadi dalam sejarah fotografer Iran. Tema ini menjadi penting saat kita tahu kamera Giannuzzi adalah kamera pertama yang mengabadikan Haram Suci Imam Ridha as, mulai dari kubah hingga bangunan-bangunan di dalamnya.

Agha Reza Akasbashi, seorang fotografer khusus Shah yang atas perintahnya bepergian ke berbagai kota Iran, dan memotret bangunan serta tempat-tempat indah, tujuh tahun setelah foto-foto indah fotografer Italia dibuat, baru melaporkan tentang Khorasan dan Tus, dan mengabadikan foto-foto pertamanya.

Hal ini menjadikan foto-foto Giannuzzi terkait Haram Suci Imam Ridha as, Masjid Goharshad, kuburan Pir Palandouz, Masjid Mushola, dan yang lainya dikenal sebagai foto-foto bersejarah pertama dari tempat-tempat keagamaan ini.

Poin penting yang perlu diperhatikan dari foto-foto hasil jepretan Giannuzzi adalah citarasa seninya yang tampak pada setiap sudut kameranya, dan perhatian pada setiap hal penting seperti dokumentasi gambar kota, dan bangunan-bangunan serta penggunaan objek manusia pada sebagian besar karyanya dengan maksud untuk menunjukkan perbandingan skala bangunan kepada penikmat foto-fotonya.

Giannuzzi menyimpan foto-foto karyanya yang masing-masing merupakan karya inovatif indah dan menarik, dalam sebuah album foto bersampul kertas berwarna, lalu menyerahkannya kepada Shah yang dikenal sangat tergila-gila pada foto dan fotografer. Setahun sebelum dia, Luigi Pesce, seorang pengajar di Madrasah Dar Al Funun, menawarkan satu koleksi lengkap foto-foto Takht-e Jamshid kepada kerajaan Iran.

Dengan demikian album foto Antonio Giannuzzi masuk daftar abadi Museum Golestan sehingga keagungan Imam Ridha as kembali nampak melalui tangan seorang warga Italia, dan setelah bertahun-tahun lamanya keagungan itu masih dapat dinikmati lewat foto-fotonya, dan pemahaman akan kedudukan luhur serta hakikat Imam Ridha as terus berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya.
 

Sumber :