Marvi: Azadari Husseini dengan Protokol Kesehatan, Gagalkan Tipu Daya Musuh
Sabtu , 08/29/2020 - 23:30
Imam Hussein, Karbala, Asyura, Muharam, Imam Ridha, Haram Suci Razavi, Syiah, Islam, Muslim, Iran, ulama, Qom, Najaf
Perwalian Haram Suci Razavi mengatakan, masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan membuktikan bahkan di tengah wabah Virus Corona, acara duka atau Azadari Aba Abdillah Al Husain as tidak libur, telah menutup kesempatan musuh, dan mereka yang silau dengan Barat.

Astan News melaporkan, Hujatulislam Ahmad Marvi dalam acara Khotbeh Khani (pembacaan khutbah) malam Asyura yang diselenggarakan di Halaman Enghelab Eslami, kompleks Makam Suci Imam Ridha as dan dihadiri oleh para pelayan Razavi, selain menyampaikan duka cita bulan Muharam mengatakan, banyak hadis yang menyebutkan keutamaan dan keberkahan membaca doa ziarah Imam Hussein, salah satunya diriwayatkan Imam Musa Al Kadzim as berkata, barangsiapa yang membaca doa ziarah Imam Hussein as dengan makrifat dan kesadaran, Allah Swt akan mengampuni semua dosanya sejak dosa itu dilakukan hingga saat ia membaca ziarah kubur Imam Hussein as.
Ahmad Marvi menyebut alasan penyimpangan sebagian Muslim pasca wafatnya Rasulullah Saw dari Ahlul Bait as adalah tidak dimilikinya makrifat dan kesadaran. Ia menuturkan, Allah Swt di dalam Al Quran kepada kita menunjukkan bahwa pasca wafatnya Rasulullah Saw darimana kita harus mendapatkan makrifat agama. Jika umat Islam di masa Imam Maksum as berpegang pada Al Quran, maka Al Quran akan membimbing mereka ke Ahlul Bait as.
Perwalian Haram Suci Razavi menegaskan, anak-anak panah yang menerjang tubuh suci belahan jiwa Rasulullah Saw, dan pemuka para syuhada, Aba Abdillah Al Hussain as di padang Karbala itu, adalah anak panah kebodohan.
Hujatulislam Ahmad Marvi di bagian lain pidatonya menyinggung penyelenggaraan azadari syuhada Karbala di tengah wabah Virus Corona dan menuturkan, apa yang telah dilakukan Aba Abdillah Al Hussain as terhadap hati manusia, sehingga api cinta kepada beliau terus menyala, dan tidak pernah terdengar acara duka Imam Hussein as diliburkan.
Ia menambahkan, tahun ini dengan adanya kenyataan pahit pandemik Covid-19 yang tengah kita hadapi, kekhidmatan acara-acara duka Imam Hussein as dan syuhada Karbala lainnya tidak berkurang sedikitpun. Jika tahun-tahun sebelumnya di setiap tempat dan jalan, bendera duka dikibarkan, tahun ini setiap gang, dan rumah berubah menjadi Husseiniyah (pusat kegiatan agama).
Perwalian Haram Suci Razavi menjelaskan, kita harus berterimakasih kepada masyarakat pecinta Wilayah dan Ahlul Bait as yang selain mematuhi protokol kesehatan, dan tidak membiarkan musuh berulah, mereka menggelar acara duka Imam Hussein as secara meriah dan penuh khidmat.
Menurutnya sungguh disayangkan sebagian dari mereka menutup mata atas keramaian dan perjalanan-perjalanan masyarakat, tapi mengecam acara keagamaan.
“Rakyat Iran menghidupkan nama Aba Abdillah Al Hussain as, sekaligus mematuhi aturan kesehatan sehingga menutup kesempatan musuh untuk bertindak, masalah ini membuktikan tingkat pemahaman, dan kesadaran yang dalam dari masyarakat,” imbuhnya. 
Perwalian Haram Suci Razavi juga menyinggung sambutan masyarakat terhadap seruan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar untuk mematuhi protokol kesehatan dalam acara-acara duka Imam Hussein as.
“Rahbar mengadakan acara duka Muharam tanpa kehadiran masyarakat untuk menunjukkan bahwa Azadari Imam Hussein as tidak pernah libur,” ungkapnya.
Hujatulislam Ahmad Marvi menambahkan, saya mengirim salam kepada para ulama dan Marja Taklid di kota Qom dan Najaf, yang dengan penuh keberanian melawan penyimpangan, dan keraguan pada agama oleh mereka yang hatinya membatu, para pendukung status quo, dan masyarakat awam, mereka berdiri membela kebenaran, dan hakikat agama, ajaran Ahlul Bait as, rasionalitas dan Syiah.

Sumber :