Sejarah Menarik Haram Razavi, dari Pelayan Pertama Hingga Jawatan
Selasa , 11/10/2020 - 21:02
Koleksi dokumen divisi administrasi Haram Suci Razavi di masa Safavi merupakan salah satu dokumen tertua yang ada di Iran. Dokumen-dokumen ini mencakup informasi-informasi menarik di bidang administrasi, sosial, ekonomi, pertanian, wakaf, dan masalah keagamaan lainnya di sepanjang wilayah geografis Iran, dan Afghanistan, terutama Khorasan besar.

Reza Naqdi, peneliti tim budaya, dan teladan Razavi, Lembaga Riset Islam, Haram Suci Razavi, baru-baru ini melakukan penelitian dengan tema “Sejarah dan Jawatan-jawatan Haram Suci Razavi di Masa Qajar” yang sarat dengan poin menarik, dan layak dibaca. Dalam bingkai dialog pendek dengan peneliti ini, kita akan melihat sejarah singkat Haram Suci Razavi.

Peran Keturunan Nabi Kawasan Tous di Administrasi Haram
Reza Naqdi terkait sejarah, dan jawatan-jawatan Haram Suci Razavi yang dimulai sejak gugurnya Imam Ridha as, dan di masa Shah Tahmaseb Safavi diakui secara resmi menjelaskan, sejak awal, para pelayan direkrut untuk mengurusi urusan Haram Suci Razavi, dan Hossein bin Ali bin Saed Barbari, yang satu kaum dengan ibunya Imam Ridha as, adalah pelayan pertama Haram Suci Razavi.
Peneliti sejarah, dan peradaban Razavi ini menerangkan, kuburan Harun Al Rashid salah satu khalifah terbesar Dinasti Abbasiyah berada di samping Makam Suci Imam Ridha as. Oleh karena itu, selalu terjadi persaingan antara Syiah dan para pendukung Harun Al Rashid, namun perlahan-lahan orang-orang Syiah banyak berkumpul di sekitar Makam Suci Imam Ridha as, dan di tinggal di sana.
Menurut Reza Naqdi, kompleks Makam Suci Imam Ridha as pada abad keempat, di masa Samanian mengalami perluasan. Ia menuturkan, di masa ini, Sadat Mousavi dari generasi keturunan Hamzah bin Musa Al Kadhim as, memimpin Haram Suci Razavi, dan Sadat kawasan Tous, dan hingga akhir masa Teimuri, mereka menduduki jabatan yang sangat penting ini di urusan administrasi, barang-barang wakaf, dan perluasan Makam Suci Imam Ridha as.
Di masa Saljuqi, dan kemudian Khorazmshahi, perhatian khusus diberikan kepada Haram Suci Razavi. Ukiran ubin (Kashi Kari) langka Sanjari, menjadi bukti perhatian ini. Meski demikian, sungguh disesallkan di masa itu hanya ditemukan sedikit dokumen terkait jawatan-jawatan Haram Suci Razavi.

Perluasan Jawatan-jawatan Haram Suci di Masa Teimuri
Reza Naqdi menjelaskan bahwa pasca tumbangnya Dinasti Abbasiyah, Haram Suci Razavi lebih banyak mendapat perhatian. Ia menuturkan, jawatan-jawatan di masa Teimuri mengalami perluasan, dan sejak masa Shahrokh Teimuri, kota Mashhad setelah Samarkand, dan Herat, merupakan kota terbesar ketiga di Khorasan. Sejak saat itu, dikarenakan banyaknya peziarah, jawatan-jawatan Haram Suci Razavi, dan bangunan di dalamnya mengalami penambahan seperti pembangunan Masjid Goharshad, Madrasah Doudarb, Parizad, Shahrokhi, begitu juga halaman kuno, dan yang lainnya, dan di dalamnya peran Amir Ali Shir Navaei, menteri dan penasihat Sultan Hossein Bayqara, sangat besar.
Ia menambahkan, dengan diresmikannya Syiah oleh Shah Esmail Safavi, Haram Suci Razavi kemudian dikenal sebagai pusat Syiah. Banyak jawatan di Haram Suci Razavi kembali ke masa Safavi, dan di masa ini Makam Suci Imam Ridha as sebagai salah satu tempat suci di Dunia Islam, dan pusat amal yang dikenal banyak menampung barang wakaf, dan di sekitarnya dibangun madrasah, masjid dan banyak pusat kesejahteraan.
Peneliti ini mengatakan, atas perintah Shah Tahmaseb Awal Safavi, jawatan-jawatan administrasi, dan keuangan luas dibuat di Haram Suci Razavi yang di atasnya setelah Shah, menjadi pejabat, dan mengelola masalah-masalah seperti keuangan dan wakaf. Setelah itu urusan-urusan semacam pejabat keuangan, dan dari tempat-tempat kesejahteraan seperti Daru Shifa, penginapan, dan warung minuman, Saqakhane, penerangan, pabrik minyak, perpustakaan, dan Karkaraqkhane, dan dari jawatan pelayan dan karpet, penjaga yang memberi pelayanan di berbagai pos pengawasan. Jawatan-jawatan keuangan, dan administrasi ini juga berada di bawahnya.
 

Sumber :