Penerbitan 60 Hasil Riset untuk Penuhi Kebutuhan Peziarah
Selasa , 12/08/2020 - 17:30
Penerbitan 60 Hasil Riset untuk Penuhi Kebutuhan Peziarah
Direktur Tim Fikih dan Ushul Fikih, Lembaga Riset Islam, Haram Suci Razavi mengabarkan penerbitan 60 hasil riset fikih untuk memenuhi kebutuhan fikih para peziarah Makam Suci Imam Ridha as, dan para peneliti Hauzah Ilmiah, serta universitas.

Hujatulislam Mahdi Shariati Tabar dalam wawancara dengan Astan News, selain menyampaikan laporan aktivitas Tim Fikih dan Ushul Fikih, Lembaga Riset Islam, mengatakan, di tim ini peneliti pilihan dari Hauzah Ilmiah, dan universitas dari jurusan fikih, dan hukum, sibuk melakukan aktivitas riest, dan mereka terus memproduksi karya-karya berharga, dan menyampaikannya kepada masyarakat.
Menurut Shariati Tabar, salah satu aktivitas utama tim peneliti ini adalah melestarikan warisan keilmuan. Ia menjelaskan, buku Muntaha Al Matlab karya Allamah Hilli, yang terpilih sebagai buku terbaik Iran, Durus Syar’iyah, Takmiluhu Al Durus, Al Mu’talif min Al Mukhtalif, Kitab Al Qadha, dan yang lainnya, di antara karya bernilai yang diteliti oleh para peneliti di tim ini.
Ia menambahkan, buku Dzahirat Al Maad fi Sharhi Al Arshad, karya Hajj Fazel Sabzevari yang dikenal dengan Fazel Khorasani, ahli fikih besar era Savafi, juga termasuk di antara karya ilmiah yang sedang dalam proses riset.
Shariati Tabar menerangkan, buku Al Ahadith Al Fiqhiyah Al Imam Al Ridha, dan Abna Al Akram, juga di antara karya ilmiah bertema Imam Ridha as yang baru saja diterbitkan, selain itu, karya-karya bertema kaidah fikih, wakaf, dan fikih Razavi termasuk yang akan digarap oleh tim ini.
Hujatulislam Shariati Tabar lebih lanjut menjelaskan, prioritas tim kami adalah menghidupkan warisan fikih Khorasan, dan kami sedang meneliti, serta mengedit karya-karya bernilai ini.
Direktur Tim Fikih dan Ushul Fikih, Lembaga Riset Islam, menyebut perhatian pada kebutuhan fikih Haram Suci Razavi merupakan tugas lain tim ini.
Ia menambahkan, aktivitas di bidang fikih wakaf, ziarah, dan kebutuhan fikih para peziarah dalam kerangka fikih fatwa, dan bimbingan terkait hukum-hukum yang dipraktikkan masyarakat umum, juga yang digunakan oleh para ulama yang bertugas menjawab pertanyaan-pertanyaan syariat, merupakan agenda lain tim kami.
Hujatulislam Shariati Tabar menuturkan, kami juga merasa bertanggung jawab atas masalah-masalah yang terkait dengan kebutuhan fikih pemerintahan Islam Iran, namun penekanan lebih besar ditujukan pada kebutuhan-kebutuhan Haram Suci Razavi dalam masalah fikih, dan fikih ziarah, yang patut disyukuri dalam hal ini sudah diambil sejumlah langkah yang efektif.
“Kami berharap dengan menjalankan tugas dan tanggung jawab kami di Tim Fikih dan Ushul di bidang pelayanan fikih, penerbitan fikih, ushul fikih, dan pemenuhan kebutuhan Hauzah Ilmiah, kami bisa melakukan satu langkah berarti dalam menghidupkan masalah Imamah, dan para Imam Maksum as,” pungkasnya.