80 Ribu Meter Bangunan Haram Razavi Dihias Kashi Kari
Sabtu , 12/12/2020 - 20:31
80 Ribu Meter Bangunan Haram Razavi Dihias Kashi Kari
Komplek Makam Suci Imam Ridha as merupakan maha karya arsitektur Iran dan dunia. Kalimat ini selalu diucapkan oleh banyak peziarah, dan warga sekitar terutama pengunjung dari luar Iran, saat keluar meninggalkan Haram Suci Razavi. Tapi apa sebenarnya yang ada di balik arsitektur indah, dan maha karya ini ?

Dapat dipastikan bagian besar dari arsitektur Makam Suci Imam Ridha as saat ini merupakan peninggalan dari beberapa abad silam, namun sebagian lain merupakan buah dari kerja keras, pemeliharaan, dan pengawasan rutin yang dilakukan para seniman masa kini Iran terhadap Haram Suci Razavi.

Perusahaan Araeha-ye Memari Razavi menjadi bagian dari kerja ini. Mereka bertanggung jawab mengerjakan proyek hiasan ubin khas Iran, atau Kashi Kari, dan pekerjaan kayu di komplek Makam Suci Imam Ridha as.

Dalam 30 tahun terakhir, banyak langkah dilakukan sehubungan dengan hal ini, dan sebagian keindahan halaman serta serambi Haram Suci Razavi saat ini, merupakan buah kerja langkah tersebut.

Direktur perusahaan Araeha-ye Memari Razavi, Mohammad Javad Tabasi menuturkan, perusahaan kami berusaha memberikan nuansa tenang bagi para peziarah sehingga bisa menikmati tampilan-tampilan seni Haram Suci Razavi, dengan menggunakan berbagai jenis seni Kashi Kari seperti Moaragh, Mogharnas, Haftrang dan yang lainnya, juga beraneka ragam desain ukiran dinding yang sangat menarik, dan indah.

Direktur perusahaan Araeha-ye Memari Razavi juga menyinggung seniman ternama Kashi Kari di Haram Suci Razavi. Ia menjelaskan, di bidang seni Kashi Kari, banyak pakar yang beberapa tahun ini terlibat dalam pengerjaan hiasan dinding Haram Suci Razavi, seperti mendiang Elham Nia, Khani, dan mendiang Hossein Erfanian yang merupakan arsitek lama Haram Suci Razavi.

Ia menambahkan, orang-orang ini bersama seniman Kashi Kari lainnya bekerja di tempat-tempat suci, dan sangat bekerja keras untuk menghias eksterior Haram Suci Razavi.

Terkait upaya yang dilakukan perusahaannya mendidik seniman-seniman baru, Tabasi menerangkan, sekitar 150 seniman Kashi Moaragh, dan tukang kayu mahir bekerja di perusahaan Araeha-ye Memari Razavi, dan lebih dari 70 persen dari mereka mulai bekerja pada tahun 2011 mengikuti jejak seniman-seniman besar di bidang ini.

Ia melanjutkan, kebanyakan dari seniman baru ini berupaya untuk selalu berwudhu sebelum bekerja, dan mereka memiliki keyakinan yang bersih.

Sehubungan dengan pekerjaan yang tengah dilakukan saat ini, Tabasi mengatakan, sudah sekitar 50 tahun terhadap pintu-pintu masuk ruangan Pusara Suci Imam Ridha as, dan aula-aula di sekitarnya seperti Dar Al Zikr, Dar Al Dhiyafah, dan Hatem Khani, tidak dilakukan perbaikan asasi. Maka dari itu dengan memanfaatkan kondisi wabah Virus Corona sekarang ini, semua pintu mendapatkan perawatan, dan diwarnai kembali sehingga para peziarah yang masuk ke aula-aula pusat Haram Suci Razavi, bisa menikmati pemandangan indah.

Menurut Tabasi semua pekerjaan di bagian dalam ruangan Pusara Suci Imam Ridha as dan aula-aula sekitarnya, dapat dikatakan sudah selesai, dan sebulan terakhir pintu-pintu ruangan terbuka juga rencananya akan diperbaiki pada bagian-bagian yang rusak.

Direktur perusahaan Araeha-ye Memari Razavi juga menyinggung pembuatan dan pengiriman hasil pekerjaan kayu untuk Aula Sayidah Zahra as ke Najaf, Irak oleh perusahaannya. Ia menuturkan, dalam tiga tahun terakhir, lebih dari 1000 pintu, dan jendela dipasang di aula, serambi, dan Halaman Sayidah Zahra as di Najaf.

Tabasi mengabarkan kesiapan perusahaannya untuk memberikan pelatihan di bidang seni ini kepada para pengunjung Haram Suci Razavi. Menurutnya, pintu terbuka untuk semua warga Iran yang berminat untuk belajar, dan perusahaan Araeha-ye Memari Razavi siap menggelar kursus pelatihan saat bekerja untuk mereka yang berminat.